Satgas Jember Sebut Puluhan Dapur MBG di Jember Belum Kantongi SLHS

Wednesday, 4 March 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas MBG Jember, Ahmad Helmi Luqman. (Foto: Istimewa).

Ketua Satgas MBG Jember, Ahmad Helmi Luqman. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id– Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember melakukan pengecekan alias monitoring terhadap puluhan dapur di Jember.

Hasil monitoring lapangan mengungkap fakta bahwa puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut masih belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ketua Satgas MBG Jember, Ahmad Helmi Luqman, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar membagikan makanan. Menurutnya, MBG adalah bagian dari cita-cita besar pemerintah untuk mencetak generasi emas yang sehat dan cerdas sesuai arahan Presiden dan Bupati Jember, Gus Fawait.

“Arahannya dari Gus Bupati jelas, ini bagian dari cita-cita besar Pak Presiden untuk menciptakan generasi cerdas dan generasi emas. Pemerintah harus benar-benar hadir memberi layanan terbaik agar anak-anak kita tidak stunting dan kecerdasannya meningkat,” katanya, Rabu (4/3/2026).

Namun, di balik cita-cita besar tersebut, fakta di lapangan menunjukkan adanya pekerjaan rumah yang cukup berat. Satgas menemukan setidaknya 50 unit SPPG belum memiliki SLHS.

Baca Juga :  Ombudsman RI Apresiasi Layanan Homecare Kesehatan di Jember, Minta Daerah Lain Meniru

“Terkait dapurnya kami tidak bisa menyebutkan. Meskipun semuanya diklaim tengah dalam proses pengurusan, Dinas Kesehatan Jember kini harus melakukan verifikasi maraton untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Kendala tak hanya soal dokumen. Di salah satu kecamatan, sebuah dapur bahkan terdeteksi tiga kali gagal uji kelayakan. Helmi mengungkapkan, hal itu terjadi lantaran kualitas air yang digunakan mengandung mangan dan dinilai tidak higienis.

“Alhasil, pengelola terpaksa memperbaiki instalasi hingga memindahkan titik sumur,”paparnya.

“Memang sudah mengurus semua, tapi prosesnya bersamaan. Teman-teman Dinas Kesehatan sekarang kerja maraton menyelesaikan SLHS. Ada yang sampai tiga kali gagal dan harus pindah titik sumur karena kualitas airnya belum layak,” tambahnya.

Helmi pun mengingatkan agar tidak ada “akal-akalan” dalam pengelolaan anggaran. Dia menegaskan, jika alokasi menu sebesar Rp10.000 atau Rp8.000, maka belanja bahan makanan harus benar-benar sesuai peruntukan dan mengikuti standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga :  Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah

Kata dia, Satgas juga menyasar pada kewajiban penyimpanan sampel makanan. Temuan di lapangan masih menunjukkan adanya dapur yang mengabaikan penyimpanan sampel makanan dua hari sebelumnya, baik untuk jenis makanan basah maupun kering. Padahal, hal itu krusial sebagai bukti kesesuaian sajian.

“Wajib harus ada sampel, baik makanan basah maupun kering. Itu bukti bahwa yang dikirim sama dengan yang disajikan. Saat kami lakukan monitoring temukan ada yang tidak menaruh sampel, itu tidak boleh terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait adanya tiga SPPG yang saat ini disuspensi atau dihentikan sementara pengirimannya. Helmi menjelaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dan perwakilan BGN.

“Kalau soal suspensi atau jeda pengiriman, itu kewenangan KPPG dan perwakilan BGN. Kami sifatnya pengawasan dan percepatan. Yang jelas, kualitas layanan dan masakan harus bertahan bahkan ditingkatkan,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Baca Lainnya

Wednesday, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Monday, 14 September 2026 - 19:53 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Ilustrasi Nietzsche dan pernikahan (Sumber: AI)

Kolomiah

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

Friday, 18 Sep 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading