Psikolog, Joachim Hagopian, Kaji Kasus Epstein Sebagai Anatomi Sistem Pemerasan Seksual

Saturday, 7 February 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Psikolog, Joachim Hagopian, Kaji Kasus Epstein Sebagai Anatomi Sistem Pemerasan Seksual (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Psikolog, Joachim Hagopian, Kaji Kasus Epstein Sebagai Anatomi Sistem Pemerasan Seksual (Sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID- Sebuah analisis mengejutkan datang dari Joachim Hagopian, seorang psikolog klinis sekaligus mantan perwira Angkatan Darat lulusan West Point. Dalam penelusuran mendalamnya, Hagopian tidak melihat skandal Jeffrey Epstein sekadar sebagai kasus kejahatan seksual perorangan, melainkan sebagai sebuah anatomi sistem pemerasan seksual yang dirancang secara canggih oleh kekuatan Zionis.

Melalui seri bukunya yang kontroversial, Pedophilia & Empire: Satan, Sodomy & the Deep State, Hagopian membedah bagaimana kasus Epstein mengungkap celah gelap di mana agen pemerintah asing diduga membajak kedaulatan Amerika Serikat. Buku ini sebenarnya telah terbit pada tahun 2018 lalu.

Menurut Hagopian, apa yang terjadi pada Epstein adalah operasi intelijen klasik yang diatur oleh Mossad Israel. Tujuannya sangat spesifik: mendapatkan dan mempertahankan kendali mutlak atas kebijakan luar negeri Amerika serta para pemimpin puncaknya. Dalam pandangannya, Kekaisaran AS pada akhirnya digerakkan untuk berperang demi kepentingan “Proyek Israel Raya”.

Baca Juga :  Gus Bupati Jember Ringankan Beban Kepala Desa soal Perbaikan Jalan

Hagopian menyoroti bagaimana seorang mahasiswa drop-out yang tidak dikenal seperti Epstein, tiba-tiba disulap dalam semalam menjadi “pria misterius dana lindung nilai” dengan kekayaan fantastis. Ia menduga transformasi instan ini didukung oleh investasi asing yang bertujuan menyediakan fasilitas mewah sebagai perangkap. Rumah-rumah mewah Epstein, menurut analisis ini, berfungsi sebagai lokasi terselubung untuk memfasilitasi penyimpangan seksual para tokoh penting dengan gadis di bawah umur, yang kemudian didokumentasikan sebagai bahan pemerasan atau kompromat.

Latar belakang Hagopian memberikan bobot tersendiri pada analisis beraninya ini. Sebagai lulusan West Point yang menulis “Jangan Biarkan Para Bajingan Menjatuhkanmu,” ia telah lama mengkritik sistem kepemimpinan militer yang ia nilai cacat dan penuh penjilat. Pengalamannya berlanjut sebagai terapis berlisensi yang berhadapan langsung dengan sistem kesejahteraan anak di Los Angeles yang korup, memberinya wawasan tentang bagaimana institusi besar sering kali gagal melindungi mereka yang rentan.

Kombinasi pengalaman militer dan psikologis ini membuatnya tajam dalam melihat pola kejahatan sistemik. Ia menarik benang merah sejarah hingga ke abad ke-18, mengutip strategi Adam Weishaupt, pendiri Illuminati, yang menggunakan penyusupan dan pemerasan tokoh VIP sebagai strategi utama perluasan kekuasaan.

Baca Juga :  Gus Fawait Sulap Jalan Kartini Jadi Food Street Ikon Baru Jember

Dalam kajian Hagopian, impunitas yang sempat dinikmati Epstein—termasuk hukuman ringan yang diterimanya meski telah memperkosa puluhan korban di bawah umur—adalah bukti bekerjanya mesin pemerasan politik tersebut. Ia menuding adanya kolaborasi antara lobi AIPAC, operasi Mossad, dan sistem perbankan sentral Rothschild yang memastikan para politisi AS, termasuk penghuni Gedung Putih, tetap menjadi boneka yang patuh.

Bagi Hagopian, jaringan perdagangan budak seks anak-anak Epstein bukan sekadar bisnis ilegal, melainkan roda gigi vital dalam aparatchik kendali global elit penguasa yang menyembah kekuatan gelap, yang secara sistematis telah menyeret kebijakan global menuju kehancuran demi kepentingan segelintir elit Zionis dan mafia Khazaria.

Penulis : MASHUR IMAM

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Golkar Jember Targetkan Jatah Kursi Legislatif Naik di Pemilu 2029
Guru Honorer Diberhentikan Mengajar di Akhir 2026, Bang Pur: Harus Ada Fase Peralihan
Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang di Jember Bisa Dorong Ekosistem Sosial dan Ekonomi Lokal
Pj Sekda Jember Beri Apresiasi atas Launchingnya Festival Egrang Tanoker Ledokombo
Pj Sekda Jember Sampaikan Pentingnya Jaga Jati Diri Bangsa saat Launching Festival Egrang ke-14
Mahasiswa UGM Pilih Prabowo di Pilpres 2024, Alasannya Bikin Geleng-Geleng: “Biar Hancur Sekalian”
Ketua DPRD Jember Minta Layanan Samsat Hadir di MPP Mini
Komisi A DPRD Jember Rekomendasikan Perbaiki Saluran Limbah pada TPA Pakusari

Baca Lainnya

Saturday, 9 May 2026 - 22:20 WIB

Golkar Jember Targetkan Jatah Kursi Legislatif Naik di Pemilu 2029

Saturday, 9 May 2026 - 21:32 WIB

Guru Honorer Diberhentikan Mengajar di Akhir 2026, Bang Pur: Harus Ada Fase Peralihan

Saturday, 9 May 2026 - 14:16 WIB

Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang di Jember Bisa Dorong Ekosistem Sosial dan Ekonomi Lokal

Saturday, 9 May 2026 - 14:04 WIB

Pj Sekda Jember Beri Apresiasi atas Launchingnya Festival Egrang Tanoker Ledokombo

Wednesday, 6 May 2026 - 18:09 WIB

Mahasiswa UGM Pilih Prabowo di Pilpres 2024, Alasannya Bikin Geleng-Geleng: “Biar Hancur Sekalian”

TERBARU