Kasus Epstein Disebut Akademisi “Heteropatriarki Kulit Putih” Hukum

Saturday, 7 February 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Kasus Epstein Disebut Akademisi

Gambar Kasus Epstein Disebut Akademisi "Heteropatriarki Kulit Putih" Hukum" (Sumber: grafis Frensia)

FRENSIA.ID – Kasus Jeffrey Epstein baru-baru ini kembali hangat dibicarakan di seluruh media dunia. Kasus ini mencuat karena melibatkan sederet nama elit politik global dalam jaringan kriminalitas perdagangan gadis remaja.

Menanggapi fenomena ini, Blanche Bong Cook, seorang akademisi dari Loyola University Chicago School of Law sekaligus mantan jaksa federal, menyebut kegagalan penegakan hukum dalam kasus ini sebagai manifestasi dari “Heteropatriarki Kulit Putih”. Penelitiannya yang tajam ini diterbitkan dalam The Journal of Gender, Race & Justice tahun 2023 lalu.

Cook membongkar bagaimana sistem hukum Amerika Serikat seolah “bertekuk lutut” di hadapan Epstein. Ia menyoroti peran Alex Acosta, mantan Jaksa Amerika Serikat, yang memberikan kesepakatan “manis” berupa Non-Prosecution Agreement (NPA) kepada Epstein.

Baca Juga :  Datang ke JFC, Sekjen Kemenbud: Bangsa yang Rawat Budaya Akan Disegani Dunia

Alih-alih menghadapi potensi hukuman seumur hidup di penjara federal atas kejahatan perdagangan seks anak, Epstein justru diizinkan mengaku bersalah atas tuduhan prostitusi negara bagian yang jauh lebih ringan. Ia hanya menjalani hukuman 13 bulan di sayap pribadi penjara daerah, bahkan mendapatkan hak istimewa untuk keluar penjara hingga 12 jam sehari.

Dalam analisisnya, Cook menggunakan istilah “Heteropatriarki Kulit Putih” untuk menjelaskan bagaimana ras, kelas, dan gender Epstein memberinya insentif kekebalan hukum. Cook menggambarkan terjadinya “inversi” atau pembalikan proses hukum.

Sistem peradilan memperlakukan penjahat (Epstein) layaknya korban yang harus dilindungi, sementara gadis-gadis di bawah umur yang menjadi korban justru dilabeli sebagai “pelacur” dan kehilangan kemanusiaan mereka. Bagi Cook, kegagalan penuntutan ini mengonstruksi “kepolosan” pria kulit putih elit dengan cara yang sama seperti sistem hukum mengonstruksi “kesalahan” pada warga kulit hitam.

Baca Juga :  Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Artikel tersebut juga membandingkan perlakuan istimewa Epstein dengan realitas brutal pemenjaraan massal yang dialami warga kulit hitam di AS. Cook mencontohkan kasus R. Kelly dan para pendeta kulit hitam di Ohio, di mana jaksa menggunakan kekuatan penuh hukum federal, termasuk undang-undang RICO, untuk menjatuhkan hukuman maksimal.

Sebaliknya, pada kasus Epstein, jaksa mengabaikan bukti kuat dari FBI dan memberikan kekebalan hukum kepada rekan konspirator Epstein yang bahkan tidak disebutkan namanya. Kesimpulannya, Cook menegaskan bahwa kasus ini adalah bukti nyata sistem peradilan dua tingkat: kebebasan bagi penguasa kulit putih, serta kehancuran bagi komunitas yang rentan.

Penulis : MASHUR IMAM

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dirjen Dukcapil Ungkap Jember Kurang 3 Persen Warganya Selesai Perekaman KTP
Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember
Ombudsman RI Apresiasi Layanan Homecare Kesehatan di Jember, Minta Daerah Lain Meniru
Datang ke Jember, Waka Ombudsman RI Puji Pelayanan Publik-Kesehatan Kalahkan Klinik Swasta Jakarta
Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD
Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare
Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun
DPRD Jember Larang Wartawan Liput Rapat KUA-PPAS APBD 2027, Widarto: Sesuai Tatib !

Baca Lainnya

Thursday, 6 August 2026 - 21:50 WIB

Dirjen Dukcapil Ungkap Jember Kurang 3 Persen Warganya Selesai Perekaman KTP

Thursday, 6 August 2026 - 21:44 WIB

Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember

Wednesday, 5 August 2026 - 19:32 WIB

Datang ke Jember, Waka Ombudsman RI Puji Pelayanan Publik-Kesehatan Kalahkan Klinik Swasta Jakarta

Tuesday, 4 August 2026 - 19:40 WIB

Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD

Wednesday, 29 July 2026 - 23:18 WIB

Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare

TERBARU

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember

Thursday, 6 Aug 2026 - 21:44 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading