Tawaran Penegakan Hukum Dalam Kasus Epstein, Dari Roslyn Myers

Saturday, 7 February 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Tawaran Jalan Penegakan Hukum Dalam Kasus Epstein, Dari Roslyn Myers  (Sumber: grafis Frensia)

Gambar Tawaran Jalan Penegakan Hukum Dalam Kasus Epstein, Dari Roslyn Myers (Sumber: grafis Frensia)

FRENSIA.ID – Kasus Jeffrey Epstein merupakan sebuah kegagalan sistemik yang melibatkan jaringan infrastruktur manusia dan korporasi yang canggih. Pakar hukum terkemuka, Dr. Roslyn Myers, kini membuka tabir strategi penegakan hukum baru dengan membedah anatomi “mesin” kejahatan Epstein.

Dalam analisis tajamnya, Myers menegaskan bahwa bisnis perdagangan seks Epstein adalah sebuah perusahaan yang dimungkinkan oleh lingkaran staf loyal, korban yang dimanipulasi, serta tokoh-tokoh kaya yang “integral” bagi keberhasilan skema tersebut namun hingga kini sebagian besar belum tersentuh hukum.

Myers, yang telah menjabat sebagai editor dan kolumnis hukum untuk Civic Research Institute (CRI) selama lebih dari dua puluh lima tahun, menyoroti bahwa fokus penegakan hukum tidak boleh hanya berhenti pada Epstein yang kini telah tiada. Dalam kajiannya yang diterbitkan pada tahun 2021 di Family & Intimate Partner Violence Quarterly, ia menggarisbawahi bahwa rekan konspirator tidak perlu terlibat langsung dalam tindakan seksual untuk dapat dijerat hukum.

Mereka adalah roda gigi yang membuat mesin kriminal ini berputar selama puluhan tahun. Myers membagi individu dalam lingkaran ini menjadi dua kategori utama: rekan konspirator yang menjamin kelancaran operasional, dan teman-teman Epstein yang mendapatkan keuntungan reputasi atau seksual dari skema tersebut.

Analisis Myers menawarkan kerangka kerja strategis bagi jaksa untuk membongkar jaringan ini dengan melihat empat kriteria vital yang membuat perusahaan kriminal Epstein bertahan lama. Kriteria tersebut mencakup pemberian manfaat finansial untuk mengontrol staf, metode sistematis untuk membungkam korban, penciptaan alasan kuat bagi rekanan untuk “ikut serta” daripada melapor, serta kepemilikan sumber daya lintas batas untuk menghindari yurisdiksi hukum.

Baca Juga :  ASN Ancam Rekan di Pasar Tanjung Jember, Fraksi PDIP Soroti Kebocoran Retribusi Pasar

Myers bahkan menarik perbandingan analitis antara struktur pelindung dalam jaringan Epstein dengan skandal seks di institusi besar seperti Gereja Katolik, di mana para pengambil keputusan menggunakan kekuasaan untuk melindungi organisasi dan individu yang terlibat dari jangkauan hukum.

Bukti di lapangan memperkuat teori Myers tentang perlunya strategi penegakan hukum yang menyasar para “enabler” atau pemungkin. Tuntutan hukum terhadap harta warisan Epstein mengungkap nama-nama seperti Ghislaine Maxwell, asisten eksekutif Cimberly Espinosa, dan Lesley Groff yang diduga mengatur jadwal “arus masuk” para wanita muda.

Sosok seperti Sarah Kellen disebut tidak hanya mengatur kunjungan tetapi juga mengintimidasi korban agar tetap bungkam. Tentu hal demikian meruopakan peran krusial yang ironisnya sempat memberinya kekebalan hukum federal. Tanpa peran administratif dan logistik dari para individu ini, skema perdagangan seks skala internasional mustahil dijalankan.

Aspek finansial juga menjadi sorotan utama dalam strategi penegakan hukum yang ditawarkan Myers. Perhatian khusus diarahkan pada manuver para pelaksana harta warisan Epstein, Richard Kahn dan Darren K. Indyke. Upaya mereka mendirikan dana kompensasi korban dicurigai sebagai taktik untuk membendung litigasi dan melindungi aset inti Epstein agar tidak dibedah di pengadilan umum.

Baca Juga :  Bupati Jember Warning Sekolah Tak Boleh Ada Titip Siswa dan Pungli di MPLS

Selain itu, keberadaan perusahaan cangkang dan lembaga perbankan misterius seperti Southern Country International (SCI) di Kepulauan Virgin AS menambah lapisan kompleksitas. SCI, yang tidak memiliki catatan klien yang jelas, tercatat menerima transfer mencurigakan sebesar $12,9 juta dari harta warisan Epstein tepat setelah kematiannya, sebelum uang tersebut dipindahkan kembali ke tujuan yang tidak diketahui.

Sebagai seorang mediator praktik restoratif bersertifikasi dan dosen di John Jay College of Criminal Justice, pandangan Myers memberikan peta jalan bagi keadilan yang lebih substantif. Ia menekankan bahwa kematian Epstein tidak boleh menjadi akhir dari pencarian keadilan.

Sebaliknya, hal itu harus menjadi titik awal untuk mengejar aktor-aktor korporasi dan individu yang memfasilitasi, mendanai, dan melindungi operasi tersebut. Dengan membidik infrastruktur pendukung—mulai dari asisten pribadi hingga manajer keuangan—penegak hukum dapat memberikan keadilan yang selama ini tertunda bagi para korban eksploitasi sistematis ini.

Penulis : MASHUR IMAM

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ombudsman RI Apresiasi Layanan Homecare Kesehatan di Jember, Minta Daerah Lain Meniru
Datang ke Jember, Waka Ombudsman RI Puji Pelayanan Publik-Kesehatan Kalahkan Klinik Swasta Jakarta
Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD
Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare
Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun
DPRD Jember Larang Wartawan Liput Rapat KUA-PPAS APBD 2027, Widarto: Sesuai Tatib !
Gus Fawait Sosialisasikan Program Homecare saat Bunga Desaku di Tanggul
Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW

Baca Lainnya

Wednesday, 5 August 2026 - 19:44 WIB

Ombudsman RI Apresiasi Layanan Homecare Kesehatan di Jember, Minta Daerah Lain Meniru

Wednesday, 5 August 2026 - 19:32 WIB

Datang ke Jember, Waka Ombudsman RI Puji Pelayanan Publik-Kesehatan Kalahkan Klinik Swasta Jakarta

Tuesday, 4 August 2026 - 19:40 WIB

Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD

Wednesday, 29 July 2026 - 23:18 WIB

Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare

Wednesday, 29 July 2026 - 22:06 WIB

Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading