Frensia.Id- Bupati Jember, Muhammad Fawait, menghadiri Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara (BNN) di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/2).
Di hadapan puluhan Bu Nyai, Bupati Fawait memaparkan sederet program mulai dari layanan kesehatan gratis hingga beasiswa khusus santri.
“Hari ini, kita sudah menggratiskan layanan kesehatan dan beasiswa khusus santri,” katanya, Sabtu (7/2/2026).
Selanjutnya, Bupati Fawait menegaskan, kepemimpinannya saat ini membawa identitas kuat Jember sebagai Kota Santri. Ia menyebut, baru kali ini Jember dipimpin oleh bupati dari kalangan santri sejak Indonesia merdeka.
“Tidak heran jika hari ini pendopo, alun-alun, hingga kantor pemerintahan dipenuhi kegiatan sholawatan. Ini adalah ekspresi cinta dan identitas Jember sebagai kota santri,” ujarnya.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah komitmen pemkab dalam memajukan pendidikan santri. Pria yang karib disapa Gus Fawait itu mengungkapkan, pihaknya telah meluncurkan program beasiswa khusus untuk 2.000 santri hingga lulus kuliah.
Bantuan ini tak hanya meng-cover biaya pendidikan (UKT), tapi juga uang saku bulanan. Santri mendapatkan Rp 500 ribu per bulan atau sekitar Rp 11 juta per tahun.
“Ini bukan sekadar beasiswa, tetapi pengakuan atas peran santri dan pesantren dalam menjaga NKRI sejak masa perjuangan hingga hari ini,” paparnya.
Di sektor kesehatan, Gus Fawait melaporkan pencapaian skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang berlaku sejak 1 April 2025. Dengan skema ini, seluruh warga ber-KTP Jember, termasuk para santri di dalam maupun luar daerah, bisa berobat gratis di rumah sakit mana pun di Indonesia.
“Semuanya sudah bisa berobat secara gratis,” tambahnya.
Tak hanya soal sosial-keagamaan, Gus Fawait juga menyampaikan keberhasilan lobi ke pemerintah pusat terkait penyatuan tiket Pantai Papuma dan Watu Ulo yang sudah berlaku sejak awal Januari 2026.
“Ini bukti bahwa Jember mampu meyakinkan pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik bagi masa depan Jember,” tandasnya.
Di akhir forum, bertema “Kepemimpinan Bu Nyai dalam Menjaga Marwah Pesantren dan Umat” tersebut, Gus Fawait mengajak para Bu Nyai dan elemen Muslimat NU untuk kembali bersatu membangun daerah pasca-Pilkada.
Dia menekankan pentingnya menyatukan mahabbah demi mewujudkan Jember Baru dan Jember Maju.







