Frensia.Id- Bupati Jember, Muhammad Fawait berharap agar perputaran ekonomi terjadi di desa. Tujuannya, untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.
Hal itu dia sampaikan saat acara Sosialisasi Pengawasan Pemerintah Desa dan Pengawasan Dana Desa, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (12/2).
“Kita ini, di selatan punya pantai terpanjang, artinya masyarakat kita banyak yang menjadi nelayan. Di utara, kita punya pegunungan panjang yang petaninya menghasilkan banyak komoditas,” katanya dalam sambutannya, Kamis (12/2/2026).
Namun, kata dia, Jember menghadapi masalah besar. Pasalnya, dengan kelebihan Sumber Daya Alam yang dimiliki, Kabupaten Jember angka kemiskinannya masih tinggi di Jatim.
“Tapi kami punya masalah, angka kemiskinan kami berdasarkan data kami masih yang tertinggi di Jatim,” ujarnya.
“Maka kami ingin ini harus diselesaikan, kami butuh bantuan dari pemerintah pusat. Agar ekonomi berputar di desa, dan angka kemiskinan bisa ditekan,”tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan, sesuai arahan Presiden, uang yang didapatkan dari rakyat harus kembali dirasakan oleh rakyat. Bahkan, kata dia, uang milik negara juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa sesuai arahan presiden, uang yang dari rakyat (pajak) ini harus kembali ke rakyat. Uang negara harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ungkapnya.
Hari ini kata dia, negara bukan hanya melakukan efisiensi anggaran. Tetapi juga meminta semuanya juga harus transparan.
“Intinya itu semua dilakukan adalah untuk kebaikan negara-rakyat. Semua program bapak Presiden, seperti MBG dan program lainnya ialah agar perputaran ekonomi bukan hanya terjadi di kota. Melainkan juga berputar di desa,” paparnya.
Disisi lain, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyebutkan, tujuan rombongan Komisinya datang ke Jember ialah untuk mengetahui keadaan di daerah-desa. Karena, kata dia, program strategis nasional berada di desa.
“Kami turun kesini ialah ingin tahu keadaan di daerah terutama di desa. Karena area program strategis nasional ini ada di desa,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya sebagai Legislatif ingin memastikan program Presiden bisa berjalan lancar. Dia percaya, bahwa desa adalah ujung tombak terealisasinya program nasional.
“Kami ingin memastikan program dari Presiden ini bisa berjalan lancar. Karena Desa ini sekarang menjadi ujung tombak program nasional,” tandasnya.
Sebagai informasi, kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemerintah Desa dan Pengawasan Dana Desa yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha ini dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, rombongan Komisi II DPR RI, Jajaran Forkopimda Kabupaten Jember dan seluruh kepala Desa di Jember.







