Pemkab Bondowoso Perkuat Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Tuesday, 30 December 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Bondowoso,  As'ad Yahya Syafi'i saat rapat bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).

Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i saat rapat bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).

Bondowoso, FRENSIA.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Hal tersebut ditegaskan dalam rapat bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (30/12/2025).

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan kabar positif terkait capaian penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data periode Maret 2024 hingga Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bondowoso tercatat menurun sebanyak 2,91 ribu jiwa, dari 99,62 ribu jiwa menjadi 96,71 ribu jiwa.

Secara persentase, angka kemiskinan juga turun 0,40 persen, dari 12,60 persen pada Maret 2024 menjadi 12,20 persen pada Maret 2025.

“Capaian ini mengisyaratkan bahwa komitmen bersama dan berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan memberikan dampak yang signifikan,” tegas Wakil Bupati.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan angka kemiskinan berada pada kisaran 11,36–11,73 persen serta nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2026.

Baca Juga :  Bule Rusia Divonis Bersalah dalam Kasus Penganiayaan di Banyuwangi, Imigrasi Tunggu Rekomendasi APH

Target ambisius tersebut, menurut Wakil Bupati, harus menjadi dorongan bersama untuk meningkatkan percepatan program dan memastikan intervensi dilakukan secara tepat sasaran.

Berdasarkan data Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) per Desember 2025, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bondowoso masih mencakup 87.032 individu atau 39.419 keluarga, dari total penduduk 800.441 jiwa dan 321.522 keluarga.

Kondisi itu menuntut kerja yang lebih optimal dan terkoordinasi di semua tingkatan.

Wakil Bupati kembali menegaskan bahwa TKPK tidak boleh bekerja secara parsial. Tidak boleh ada ego sektoral, melainkan harus dibangun kolaborasi yang solid antar perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga mitra non-pemerintah.

Keterbatasan fiskal daerah pada tahun 2026, kolaborasi dan inovasi menjadi syarat mutlak dalam penanggulangan kemiskinan yang bersifat multidimensi.

Baca Juga :  Kronologi Warga Bondowoso Diduga Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Uang oleh Kakak Ipar saat Kerja TKW

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Hampir seluruh desa di Kabupaten Bondowoso masih memiliki keluarga dalam kategori miskin ekstrem,” ujarnya.

Wakil Bupati meminta TKPK Kecamatan untuk lebih aktif mendampingi desa. Ia mendorong agar penggunaan dana desa lebih difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memastikan desa melakukan verifikasi serta validasi data sasaran secara berkelanjutan.

Proses verifikasi dan validasi DTSEN ditekankan tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, namun harus memperhatikan kualitas data.

Para admin desa dan petugas lapangan diminta dibekali kemampuan yang memadai agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan hanya mencakup warga yang berhak.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimis, upaya penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi, ketepatan data, serta inovasi kebijakan.

Penulis: Daim

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi
DPRD Banyuwangi desak ASDP cari solusi Macet Berkepanjangan di Pelabuhan
Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi
Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung
Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026
Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Nyekar dan Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan
Haul Bung Karno! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi Bangkitkan Semangat di Bulan Bung Karno

Baca Lainnya

Friday, 26 June 2026 - 13:12 WIB

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi

Thursday, 25 June 2026 - 19:37 WIB

DPRD Banyuwangi desak ASDP cari solusi Macet Berkepanjangan di Pelabuhan

Wednesday, 24 June 2026 - 21:18 WIB

Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi

Monday, 22 June 2026 - 17:26 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung

Monday, 22 June 2026 - 17:20 WIB

Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026

TERBARU

Regionalia

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi

Friday, 26 Jun 2026 - 13:12 WIB

Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen saat sambutan di acra pengukuhan kepala OJK Jember (Foto: Fadli/Frensia).

News

OJK akan Luncurkan Aplikasi 157 untuk Cegah Scam

Friday, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading