Beraksi di 8 TKP, Sindikat Curanmor Banyuwangi Digulung Tim URC Macan Blambangan

Saturday, 8 August 2026 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Beraksi di 8 TKP, Sindikat Curanmor Banyuwangi Digulung Tim URC Macan Blambangan (Sumber: Istimewa)

Gambar Beraksi di 8 TKP, Sindikat Curanmor Banyuwangi Digulung Tim URC Macan Blambangan (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di sedikitnya 8 tempat kejadian perkara (TKP) di Banyuwangi berhasil dibongkar. Tim Unit I Jatanras Satreskrim URC Macan Blambangan Polresta Banyuwangi menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Lima orang yang diamankan terdiri dari tiga pelaku yang diduga berperan sebagai eksekutor dan joki serta dua orang yang diduga menjadi penadah. Mereka yakni HI (34), RY (29), JM (26), SP (41), dan DAS (32). Kelimanya ditangkap dalam rangkaian pengungkapan pada Kamis (06/08/26) dini hari.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan jajarannya dalam merespons laporan dan keresahan masyarakat terkait maraknya pencurian kendaraan bermotor.

“Keberhasilan penyingkapan kasus ini merupakan bentuk kesiapsiagaan penuh Polresta Banyuwangi melalui URC Macan Blambangan dalam merespons laporan masyarakat,” kata Rofiq, Sabtu (08/08/26).

Menurutnya, polisi akan terus melakukan penindakan terhadap jaringan kejahatan yang meresahkan masyarakat. Ia memastikan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku untuk leluasa menjalankan aksinya di wilayah Banyuwangi.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah Banyuwangi. Kami akan terus melakukan upaya penegakan hukum secara tegas,” ujarnya.

Rofiq menjelaskan kelima orang yang ditangkap memiliki peran berbeda. HI diduga sebagai eksekutor utama, sedangkan RY dan JM berperan sebagai joki. Sementara SP dan DAS diduga berperan sebagai penadah kendaraan hasil curian.

Baca Juga :  Macet Parah, Sopir Truk Tuntut ASDP Hentikan Diskriminasi Antrean

“Para pelaku memiliki peran masing-masing. Ada yang bertugas sebagai eksekutor, ada yang menjadi joki, dan ada yang menerima atau menampung hasil kejahatan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, jaringan tersebut diduga telah beraksi sedikitnya di 8 TKP. Sasaran mereka terutama kendaraan yang diparkir di lokasi minim pengawasan.

“Tim melakukan analisis terhadap rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, anggota menemukan ciri-ciri khusus yang kemudian menjadi petunjuk untuk mengidentifikasi pelaku,” terang Rofiq.

Berbekal hasil analisis CCTV tersebut, polisi kemudian bergerak menangkap HI di kediamannya. Dari penangkapan itu, penyidik melakukan pengembangan hingga mengarah kepada RY dan JM.

“Setelah satu pelaku diamankan, anggota langsung melakukan pengembangan. Dari hasil pengembangan tersebut kemudian diketahui adanya keterlibatan pelaku lain,” katanya.

Penyelidikan selanjutnya mengarah kepada jaringan penadah. Polisi mengamankan SP dan DAS yang diduga menerima kendaraan hasil pencurian.

“Untuk penadah juga kami lakukan pengembangan. Meskipun sempat tidak kooperatif, DAS akhirnya tidak dapat mengelak setelah penyidik menemukan bukti transaksi terkait barang hasil kejahatan,” ungkap Rofiq.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyasar lokasi yang minim pengawasan. Di antaranya kawasan persawahan hingga lokasi keramaian seperti acara hiburan sound horeg yang berlangsung pada siang maupun dini hari.

“Pelaku memanfaatkan situasi ketika kendaraan berada di lokasi yang minim pengawasan. Mereka juga melihat kondisi rumah kunci kendaraan yang sudah rusak,” ujarnya.

Modus yang digunakan dilakukan secara berkelompok. Satu pelaku bertindak sebagai joki yang mengantar eksekutor ke lokasi. Setelah menemukan kendaraan yang menjadi sasaran, eksekutor kemudian mengambil sepeda motor yang berada jauh dari pantauan pemilik.

Baca Juga :  Rawat Sejarah! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli

“Kami melihat mereka bekerja secara tim. Ada yang mengantar, kemudian ada yang mencari dan mengambil kendaraan yang menjadi sasaran,” jelas Rofiq.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan lima sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana curanmor. Barang bukti itu yakni 1 unit Honda Supra X warna hitam, Honda Beat warna putih-merah, Yamaha Vega R warna hitam-merah, Yamaha Jupiter Z warna oranye-hitam dengan knalpot racing, serta Honda Vario warna hitam.

Rofiq mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika memarkir kendaraan, terutama saat menghadiri acara keramaian maupun ketika berada di lokasi terbuka.

“Kami mengimbau seluruh warga Banyuwangi, khususnya saat menghadiri keramaian atau memarkir kendaraan di area terbuka seperti persawahan, agar tidak lengah,” pesannya.

Ia meminta warga menggunakan pengamanan tambahan pada kendaraan dan tidak membiarkan sepeda motor terparkir jauh dari pengawasan.

“Pastikan selalu menggunakan kunci ganda, hindari memarkir kendaraan jauh dari jangkauan pengawasan, dan segera perbaiki rumah kunci kendaraan yang sudah rusak demi menutup celah terjadinya tindak pidana,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf g juncto Pasal 127 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian secara bersama-sama dan bersekutu yang dilakukan secara berulang kali. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Mobil Xenia Terperosok ke Selokan di Licin Banyuwangi Usai Hindari Hewan Melintas
Satreskrim Polresta Banyuwangi Raih Peringkat II Pengungkapan 3C se Jatim
Gubernur Khofifah Resmikan Pusat Riset Pesantren Jatim dan Buka Studium Generale Beasiswa Pemprov 2026
Gubernur Jatim Khofifah: Kerja Keras dan Profesional itu Tidak Cukup, Harus Publikasi
Muncul Titik Api di Jalur Pendakian, Gunung Raung Ditutup
Pria 29 Tahun di Sempu Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Pohon Rambutan
Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu
Gapasdap Dorong Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Siap Sinergi Talangi Anggaran Pengembangannya

Baca Lainnya

Thursday, 10 September 2026 - 23:23 WIB

Mobil Xenia Terperosok ke Selokan di Licin Banyuwangi Usai Hindari Hewan Melintas

Thursday, 10 September 2026 - 23:19 WIB

Satreskrim Polresta Banyuwangi Raih Peringkat II Pengungkapan 3C se Jatim

Thursday, 10 September 2026 - 20:12 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Pusat Riset Pesantren Jatim dan Buka Studium Generale Beasiswa Pemprov 2026

Wednesday, 9 September 2026 - 22:46 WIB

Gubernur Jatim Khofifah: Kerja Keras dan Profesional itu Tidak Cukup, Harus Publikasi

Wednesday, 9 September 2026 - 12:08 WIB

Muncul Titik Api di Jalur Pendakian, Gunung Raung Ditutup

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading