Frensia.Id – Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, angkat bicara mengenai isu yang beredar di media sosial terkait anggota Fraksi PKB DPR RI, Muhammad Khozin, yang meminta kembali program pemberdayaan di Fatayat NU Jember.
Ayub menegaskan permasalahan tersebut hanya salah paham dan siap pasang badan menyelesaikan urusan finansial yang mengganjal.
Ayub mengaku kaget saat pertama kali mendengar kabar tersebut. Sebagai pimpinan partai di tingkat cabang, dia langsung melakukan tabayun (klarifikasi) dengan jajaran pengurus Fatayat NU Jember untuk meredam spekulasi.
“Saya kaget karena ada berita di media sosial menyampaikan ada anggota fraksi DPR RI yang meminta programnya untuk kembali. Ini tanggung jawab saya sebagai Ketua DPC, akhirnya kita tabayun dengan Fatayat,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Ayub menjelaskan, langkah klarifikasi ini penting agar isu tidak berkembang menjadi bola liar. Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa program yang dimaksud adalah inisiasi dari Gus Khozin untuk pemberdayaan ekonomi di internal Fatayat.
“Sebenarnya programnya baik, tujuannya agar Fatayat bisa melakukan penguatan ekonomi. Tapi karena ini barang baru, mungkin butuh effort lebih dan teknisnya belum fix betul, sehingga muncul miskomunikasi,” ujarnya.
Terkait adanya isu tanggungan sebesar Rp 25 juta yang sempat mencuat. Ayub menyatakan siap menanggung biaya tersebut secara pribadi agar program pemberdayaan Fatayat tetap berjalan tanpa beban.
“Katanya ada tanggungan Rp 25 juta. Ya sudah, itu saya yang atasi dan menanggung, agar program Fatayat tetap berjalan dan tidak berpikir ada tanggungan lagi. Saya anggap selesai masalah ini,” paparnya.
Kendati demikian, pihak Fatayat NU Jember disebut masih akan membicarakan solusi tersebut di internal organisasi. Ayub menilai friksi yang terjadi hanyalah dinamika organisasi yang wajar, namun ia mengingatkan agar tidak ada pihak luar yang menunggangi isu ini untuk kepentingan politik.
“Ini hanya salah paham, biasa dalam organisasi. Saya lihat pahamnya (keagamaan) masih sama, Aswaja. Yang susah itu kalau ada yang menunggangi untuk urusan politik. Begitu kita tabayun, ya saya anggap masalah ini sudah selesai,” tandasnya.
Sebagai informasi, bantuan tersebut mulai diserahkan dari tanggal 4 Agustus 2025. Khozin memberi yang Rp50 juta kepada Fatayat NU Jember.
Acara penyerahan uang itu berlangsung di hadapan pengurus Fatayat serta disaksikan oleh Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi.
Fatayat pun membuat program Yasmin Paylater untuk kegiatan berupa jasa usaha kredit lunak bergulir kepada anggotanya. Uang yang terpakai yakni sekitar Rp25 juta.







