ASN Imigrasi Kini WFH Setiap Jumat, Layanan Paspor Terganggu? Ini Penjelasannya

Friday, 10 April 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas imigrasi saat melayani paspor di kantor (Foto: Istimewa).

Petugas imigrasi saat melayani paspor di kantor (Foto: Istimewa).

Frensia.Id – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat.

Aturan ini mulai berlaku efektif per hari ini, Jumat (10/4/2026).

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 dan SE Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2026. Namun, tidak semua pegawai diperbolehkan bekerja dari rumah.

Kebijakan ini khusus menyasar pegawai di bagian dukungan manajemen dan administratif. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengungkapkan alasan di balik langkah ini adalah untuk efisiensi energi dan mendukung kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Pj Sekda Jember Beri Pujian pada ASN yang Lakukan Verval Data Kemiskinan

“Penerapan WFH ini merupakan bagian dari upaya efisiensi energi dan perlindungan lingkungan jangka panjang. Namun kami pastikan layanan keimigrasian tetap berjalan optimal,” kata Hendarsam dalam keterangannya, Jum’at (10/4/2026).

Masyarakat yang ingin mengurus paspor atau izin tinggal tidak perlu khawatir. Hendarsam menjamin layanan publik tidak akan kendor meskipun ada skema WFH.

“Petugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap wajib ngantor (WFO),” ujarnya.

Kata dia, Petugas Kantor Imigrasi melayani pembuatan paspor dan izin tinggal. Petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) berjaga di bandara, pelabuhan, hingga perbatasan.

Baca Juga :  Operasi Wirawaspada 2026: Imigrasi Jember Perketat Pengawasan Orang Asing dan Cegah TPPO

“Unit Intelijen melakukan pengawasan keimigrasian di lapangan,” paparnya.

“Pelaksanaan WFH tidak boleh menurunkan kualitas layanan. Layanan keimigrasian harus tetap transparan, optimal, dan tanpa hambatan,” tambahnya.

Ditjen Imigrasi juga tidak mau kecolongan soal produktivitas, sistem pengawasan ketat telah disiapkan bagi ASN yang bekerja dari rumah.

Hendarsam juga menginstruksikan seluruh Kepala Kantor Wilayah hingga Kepala Rumah Detensi Imigrasi se-Indonesia untuk terjun langsung melakukan pemantauan di lapangan.

“Hal ini dilakukan demi memastikan fleksibilitas kerja baru ini tidak mengorbankan kepentingan masyarakat,” tandasnya.

l

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Golkar Jember Targetkan Jatah Kursi Legislatif Naik di Pemilu 2029
Guru Honorer Diberhentikan Mengajar di Akhir 2026, Bang Pur: Harus Ada Fase Peralihan
Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang di Jember Bisa Dorong Ekosistem Sosial dan Ekonomi Lokal
Pj Sekda Jember Beri Apresiasi atas Launchingnya Festival Egrang Tanoker Ledokombo
Pj Sekda Jember Sampaikan Pentingnya Jaga Jati Diri Bangsa saat Launching Festival Egrang ke-14
Mahasiswa UGM Pilih Prabowo di Pilpres 2024, Alasannya Bikin Geleng-Geleng: “Biar Hancur Sekalian”
Ketua DPRD Jember Minta Layanan Samsat Hadir di MPP Mini
Komisi A DPRD Jember Rekomendasikan Perbaiki Saluran Limbah pada TPA Pakusari

Baca Lainnya

Saturday, 9 May 2026 - 22:20 WIB

Golkar Jember Targetkan Jatah Kursi Legislatif Naik di Pemilu 2029

Saturday, 9 May 2026 - 21:32 WIB

Guru Honorer Diberhentikan Mengajar di Akhir 2026, Bang Pur: Harus Ada Fase Peralihan

Saturday, 9 May 2026 - 14:16 WIB

Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang di Jember Bisa Dorong Ekosistem Sosial dan Ekonomi Lokal

Saturday, 9 May 2026 - 14:04 WIB

Pj Sekda Jember Beri Apresiasi atas Launchingnya Festival Egrang Tanoker Ledokombo

Wednesday, 6 May 2026 - 18:09 WIB

Mahasiswa UGM Pilih Prabowo di Pilpres 2024, Alasannya Bikin Geleng-Geleng: “Biar Hancur Sekalian”

TERBARU