Frensia.Id- Bupati Jember Muhammad Fawait memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, mulai dari kesehatan gratis hingga beasiswa pendidikan. Hal itu dia sampaikan saat menggelar Bunga Desaku’ (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan )di Kecamatan Sumberjambe.
Di hadapan para tokoh agama dan guru ngaji se-Kecamatan Sumberjambe, Bupati Fawait menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis. Kini bisa dinikmati oleh seluruh warga Jember tanpa terkecuali sejak April 2025 lalu.
“Sejak April 2025, warga Jember bisa berobat gratis. Termasuk ibu hamil, periksa atau lahiran ke Puskesmas atau RSD (Rumah Sakit Daerah) juga gratis,” katanya, Senin (29/6/2026).
Selanjutnya dia memastikan, tidak akan ada perbedaan perlakuan bagi pasien yang memanfaatkan fasilitas gratis ini. Mutu pelayanan dan obat-obatan yang diberikan dipastikan sama rata dengan pasien umum.
“Semuanya akan diperlakukan sama, obat dan pelayanannya. Antara yang bayar ataupun yang gratis,” ujarnya.
Selain sektor kesehatan, pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyebut Pemkab Jember juga melakukan reformasi birokrasi guna mempermudah administrasi kependudukan (Adminduk). Warga Sumberjambe kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota Jember hanya untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Selain itu, masyarakat Jember bisa buat KTP di Kecamatan. Tidak perlu jauh-jauh ke kota Jember, cukup ke kantor Kecamatan dan itu gratis,” paparnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gus Fawait juga menyempatkan diri mengunjungi SMPN 1 Sumberjambe untuk berdialog dengan para siswa. Ia memberikan edukasi khusus mengenai bahaya pernikahan usia dini yang dinilai memiliki risiko tinggi, baik dari segi kesehatan maupun sosial.
“Kami temui anak-anak kalian semua di SMPN 1 Sumberjambe tadi. Saya minta agar tidak buru-buru menikah (pernikahan dini), sebab risikonya tinggi,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret untuk menekan angka pernikahan dini sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Jember, pemerintah daerah telah menyiapkan program beasiswa pendidikan. Menariknya, kuota beasiswa ini juga menyasar anak-anak dari kalangan penggerak keagamaan di tingkat desa.
“Kami juga sampaikan ada beasiswa pendidikan. Termasuk untuk anak-anak ketua pengajian,” tandasnya.






