Datang ke Jember, Dirjen Kemen PKP Sebut Bakal Bedah 1.355 Rumah Tak Layak Huni

Sunday, 9 August 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, (kiri), Bupati Jember, Muhammad Fawiat (Kanan) (Foto: Sigit/Frensia).

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, (kiri), Bupati Jember, Muhammad Fawiat (Kanan) (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id- Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan program Bedah Rumah untuk 1.355 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Jember pada tahun ini.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menyampaikan hal tersebut saat melakukan sosialisasi program bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait. Saat acara Bunga Desaku di Kecamatan Sumberbaru, Jember.

“Hari ini alhamdulillah difasilitasi Pak Bupati, kami bisa sosialisasi tentang program Bedah Rumah. Program yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Jember,” katanya, Minggu (9/8/2026).

Sri Haryati menjelaskan, untuk Kabupaten Jember target pengerjaan di tahun ini. Mencakup ribuan unit rumah yang prosesnya telah berjalan secara bertahap.

“Untuk Jember sementara ini ada 1.355 rumah yang akan dibedah di tahun ini. Insyaallah tadi bersama Kadis Perkim, Camat, dan Lurah kita berkoordinasi, diarahkan Pak Bupati juga, insyaallah diselesaikan di tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah

Dia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jember untuk terus aktif mengajukan usulan tambahan di tahun-tahun mendatang. Agar semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat.

“Tahun depan saya juga meminta ke Pak Bupati untuk terus mengajukan usulan yang lengkap, sehingga nanti lebih banyak lagi masyarakat yang bisa terbantu,” paparnya.

Terkait proses pengerjaan di lapangan. Sri Haryati menegaskan bahwa eksekusi program sudah berjalan dan beberapa unit bahkan telah selesai dikerjakan.

“Sudah beberapa ada yang selesai bahkan. Jadi ini sejak awal kita terus lakukan sosialisasi. Ada yang sudah selesai, ada yang masih proses, ada yang masih pendataan. Jadi terus-menerus ada beberapa tahap untuk verifikasi,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kendala pelaksanaan di Jember, Sri Haryati mengapresiasi sinergi cepat dari pemerintah daerah. “Enggak ada (kendala). Kalau Bupatinya hebat gini enggak ada kendala, lancar,” tegasnya.

Baca Juga :  Gus Fawait Sampaikan Nota Pengantar Perubahan APBD 2026, Fokuskan Anggaran Program Prioritas dan Pembangunan

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait menyambut baik kedatangan tim dari Kementerian PKP. Serta mengapresiasi adanya kebiasaan atau aturan baru yang mempermudah warga penerima bantuan.

“Pak Presiden Prabowo memberikan peluang besar dan banyak kepada Kabupaten Jember untuk melakukan perbaikan kepada rumah-rumah warga yang tidak layak huni. Bahkan tadi disampaikan ada aturan baru, relaksasi aturan, sehingga insyaallah itu lebih meringankan,” terangnya.

Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menguraikan, kemudahan tersebut salah satunya terkait legalitas kepemilikan tanah. Bagi calon penerima bantuan bedah rumah.

“Contohnya tidak perlu sertifikat, cukup surat keterangan tinggal. Kalau milik sendiri dan tidak bersengketa, nanti akan diberi sertifikat,” tambahnya.

“Nanti program Homecare mudah-mudahan bisa disinergikan dengan Kementerian Perumahan. Sehingga nanti kita bisa sekaligus ngecek, orangnya sehat dan rumahnya layak huni. Jadi bisa berjalan sekaligus,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Baca Lainnya

Wednesday, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Monday, 14 September 2026 - 19:53 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

TERBARU

Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, saat mengukuhkan 4 guru besar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT). (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Thursday, 17 Sep 2026 - 19:23 WIB

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Economia

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 Sep 2026 - 12:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading