Frensia.id – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) wilayah Jawa Timur, menegaskan bahwa pihaknya bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Jahanam (Jalinan Hati Anak Manusia) resmi meniadakan aksi demonstrasi di Kabupaten Jember, pada besok Senin (10/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, saat menggelar Press Release, di Hotel New Cempaka Hill, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, pada Minggu (9/8/2026).
“Demi kepentingan besar masyarakat Jember, secara kelembagaan kami putuskan untuk meniadakan aksi demo akbar yang akan kami laksanakan besok,” kata Heru.
Rencana aksi demo tersebut merespons terkait isu rencana pinjaman dana yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember sebesar Rp 786,57 miliar, melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Sebab, skema peminjaman tersebut sempat menuai perdebatan dari sejumlah legislator saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Menurut Heru, dana pinjaman yang bertujuan untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Jember dengan rancangan anggaran tahun 2027 itu perlu dilokasikan secara maksimal.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan ke depan akan mengawal program pembangunan Jember dan melakukan peta kajian etik terkait proyek yang bersumber dari dana pinjaman tersebut.
Heru menyesalkan adanya polemik perdebatan dari DPRD Jember mengenai tanggapan skema peminjaman yang akan diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
“Di tengah keberagaman partai politik yang ada di sana dan kita tidak menyebut partai politik apa pun. Jangan kemudian membuat rusuh, membuat isu-isu yang malah menyesatkan masyarakat dan pro kontra yang timbul,” tuturnya.
Dia meminta agar pihak legislatif untuk lebih bijaksana dalam menyakapi isu peminjaman dana tersebut.
“Karena merekalah nanti yang akan melakukan anggaran persetujuan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Laskar Jahanam Jember, Dwi Agus Budiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menyetujui terkait peniadaan rencana aksi tersebut.
“Maka, saat ini juga menyatakan sikap secara kelembagaan, karena Laskar Jahanam kemarin memang komandonya urusan ini. Kami mengikuti, menghormati apa yang menjadi keputusan beliau (MAKI Jatim) secara kelembagaan,” tegasnya.
Dia juga menegaskan pihaknya berkomitmen akan terus mengawal pembangunan Jember, dan mengkritisi apabila terdapat kebijakan yang merugikan masyarakat. (*)






