Frensia.id -Jiwa layaknya seperti anak kecil yang perlu untuk dilatih. Oleh karena itu, jiwa seorang muslim harus dilatih untuk terbiasa mengerjakan perintah dan ketaatan.
Salah satu instrumen untuk melatih supaya jiwa senantiasa terbiasa dalam melakukan ketaatan adalah dengan puasa. Sebab dalam puasa ini seseorang akan melepaskan sebagian kenikmatan sekalipun nikmat tersebut halal baginya.
Dengan instrumen puasa ini seseorang menanggalkan kenikmatan yang asalnya halal baik itu berupa makan, minuman ataupun berkumpul dengan suami istri, kenikmatan yang halal itu harus ditinggalkan disiang hari untuk mendapatkan ridha dan pahala Allah swt.
Sudah barang tentu ibadah menahan segala kenikmatan semacam ini tidak sanggup dilalui kecuali bagi orang-orang yang beriman, memiliki cinta yang tulus dan taat pada Allah swt.
Hal ini sudah Allah swt gambarkan dalam sebuah hadits orang-orang yang semacam ini sanggup meninggalkan kenikmatan dan syahwatnya karena aku kata Allah swt.
Sebagaimana tergambar dalam sebuah hadits yang diriwayatkan HR. Bukhari No. 1894, Muslim 1151 yang artinya:
“sungguh bau mulutnya orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada minyak misk, Dia meninggalkan, minum dan syahwatnya karena Aku.
Semua amalan baru Adam untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.
Imam Ibnu Hibban menuturkan pada hari kiamat kaum mukminin akan memiliki cahaya yang memancar hal itu sebagai syiar atau penanda atas bekas wudhu yang mereka lakukan di ketika di dunia, hal itu sebagai pembeda dengan seluruh umat yang lain.
Hal itu juga berlaku bagi orang mukmin yang berpuasa, orang yang berpuasa akan memancarkan harum dari mulutnya sebagaimana dalam hadits harum mulutnya orang berpuasa di sisi Allah swt lebih harum dari minyak misk (kesturi).
Harum yang memancar dari mulut orang mukmin saat hari kiamat, hal itu sebagai syi’ar agar mereka terkenal karena amalan puasanya saat di dunia.
Kita memohon semoga kita tergolong orang mukmin yang sanggup berpuasa karena rasa cinta dan taat kepada Allah swt.