Frensia.Id- Bupati Jember Muhammad Fawait tengah merancang strategi besar untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Dirinya berencana mengombinasikan kepastian akses lahan perhutanan sosial dengan program pelatihan intensif bagi masyarakat.
Bupati Fawait menegaskan bahwa pemberian akses lahan saja tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Terutama, bagi kelompok miskin ekstrem yang selama ini minim keterampilan (mayoritas).
“Ketika nanti ada sinergi antara semua lapisan baik itu pemerintah daerah, pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian atau BPN atau Perhutani, tentu kita akan melakukan pelatihan,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Selanjutnya kata dia, salah satu poin krusial adalah kemampuan dasar yang sering terlupakan, yakni pencatatan keuangan usaha. Menurutnya, banyak pelaku usaha tradisional yang merugi karena manajemen keuangan yang berantakan.
“Pelatihan salah satunya adalah pencatatan keuangan, supaya yang selama ini masih tradisional itu tidak banyak loss,” ujarnya.
Namun, pihaknya mewanti-wanti agar program pelatihan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pelatihan harus dibarengi dengan ruang praktik nyata agar ilmu yang didapat masyarakat bisa langsung diterapkan.
“Jangan sampai kita mengadakan pelatihan, habis itu ketika masyarakat sudah pintar enggak ada yang mau didengar,” paparnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu juga menyoroti pentingnya akurasi data penerima manfaat program perhutanan sosial. Dia berharap skema ini benar-benar menyasar kelompok yang berada di kategori desil satu atau kemiskinan ekstrem.
Hingga saat ini, dirinya menilai data penerima manfaat masih perlu diperjelas agar lebih transparan.
“Kita ini enggak pernah tahu, saya juga enggak pernah tahu siapa yang diberi hutan sosial, apakah itu masuk kategori desil satu,” paparnya.
Bagi Gus Fawait, kemiskinan ekstrem adalah akar dari berbagai persoalan sosial yang menghantui Jember, mulai dari sektor kesehatan hingga angka kriminalitas. Dia meyakini, jika masalah perut terselesaikan, maka masalah turunan lainnya akan ikut mereda.
“Kalau kita bisa atasi kemiskinan, kita bisa menyelesaikan banyak masalah, dari stunting, AKI/AKB (Angka Kematian Ibu/Angka Kematian Bayi) sampai tindak kriminal,” tandasnya.






