Sawah Warga di Jember Terancam Gagal Panen Gegara Tidak Berfungsinya Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp 15,6 Miliar

Saturday, 29 August 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan proyek Dam pelimpah yang berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dengan sebelah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember (Foto: Warga setempat).

Penampakan proyek Dam pelimpah yang berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dengan sebelah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember (Foto: Warga setempat).

Frensia.id – Ratusan hektare sawah warga di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, telah terancam gagal panen, karena tidak berfungsinya proyek pengairan Dam Kali Tanggul.

Proyek Dam pelimpah tersebut, tepatnya berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dengan sebelah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Dam Kali Tanggul dibangun sekitar bulan Juni dan Juli tahun 2025, dengan dana senilai Rp 15,6 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Ketua Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen (KPMK), Arif Sukoco, merasa kecewa atas keberadaan bangunan tersebut yang menyebabkan ratusan sawah petani di wilayahnya terancam gagal panen.

Baca Juga :  Petani di Jember Kirim Surat ke PU SDA Lumajang, Minta Penjelasan Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp15,6 Miliar

“Seperti yang sekarang jelas kemarau ini sekitar 500 hektare petani itu mengalami gagal tanam tidak bisa tanam,” kata Arif, saat dikonfirmasi pada Sabtu (29/8/2026).

Menurut Arif, Proyek Dam Kali Tanggul telah gagal konstruksi, sehingga tidak sesuai dengan manfaat yang seharusnya disalurkan dari dam tersebut.

“Petani tidak bisa merasakan manfaatnya sesuai fungsi dan kegunaan dam tersebut dibangun,” kata dia.

Arif menyayangkan dengan dibangunnya Dam, yang bersumber dana APBD Provinsi Jawa Timur, justru tidak bisa menanggulangi kekeringan di sawah warga, saat tiba musim kemarau.

Baca Juga :  Terkecoh Lampu Tambak, Kapal Nelayan Terbalik di Jember: 1 Tewas, 3 Hilang

“Seharusnya ketika memang dijadikan bangunan bendungan tersebut dengan baik hasilnya juga pasti kualitasnya juga akan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arif menekankan pada pihak terkait, termasuk pemerintah daerah untuk bertanggung jawab agar fungsi keberadaan Dam sesuai dengan peruntukannya.

“Bisa sesuai dengan manfaatnya. Ketika kemarau fokus ke timur, ketika debit air lebih loncat ke selatan,” tegasnya.

Kata Arif, apabila Dam telah berfungsi dengan baik, maka tidak akan ada petani yang merasa dirugikan, karena anggaran pembangunan yang mencapai miliaran rupiah tersebut. (***)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kodim 0824 Jember Peringati HUT ke-81 TNI, Dandim Apresiasi Kehadiran Bupati dan Masyarakat
Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta
Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi
PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi
PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah
Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember

Baca Lainnya

Monday, 5 October 2026 - 15:15 WIB

Kodim 0824 Jember Peringati HUT ke-81 TNI, Dandim Apresiasi Kehadiran Bupati dan Masyarakat

Tuesday, 29 September 2026 - 17:35 WIB

Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta

Monday, 21 September 2026 - 17:47 WIB

Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi

Saturday, 19 September 2026 - 22:46 WIB

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading