Frensia.id – Kegiatan tradisi yang hingga kini terus dilestarikan di Kabupaten Jember, salah satunya yaitu Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra).
Tajemtra di Jember telah berjalan sejak tahun 1977.
Di Tahun 2026 merupakan rangkaian ke-49 yang mencatatkan rekor peserta terbanyak sepanjang sejarah dengan jumlah mencapai 25.613 orang.
Jumlah tersebut, menjadi angka tertinggi peserta yang mendaftarkan diri saat mengikuti rangkaian pelaksanaan sejak tahun 2015.
Dalam rangkaian tradisi ini, peserta Tajemtra harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer, mulai dari Alun-alun kecamatan Tanggul hingga Alun-alun Jember.
Saat melepas rombongan peserta yang berangkat dari stasiun PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi atas kolaborasi fasilitas yang diberikan oleh pihak KAI.
“Mudah-mudahan ini bagian dari kebanggaan Kabupaten Jember. Kolaborasi antara Pemkab dan PT KAI bisa lebih baik lagi ke depan,” kata dia, di Stasiun KAI Daop 9 Jember, pada Sabtu (5/9/2026).
Bupati yang dikenal dengan sapaan Gus Fawait itu, mengatakan bahwa Tajemtra tahun 2026 diikuti oleh banyak kalangan.
“Banyak para ASN, juga ada non ASN, pegawai-pegawai lembaga yang ada di Kabupaten Jember, BUMN, BUMD, dan masyarakat umum. Termasuk TNI, Polri ikut berpartisipasi,” kata dia.
Gus Fawait optimis bahwa jumlah peserta yang mengikuti Tajemtra ini akan terus bertambah, karena masih ada yang belum mendaftar.
“Saya yakin nanti tembus 26.000 (peserta), karena masih banyak yang tidak mendaftar ya. Yang masih mau daftar, nanti akhir baru daftar dan lain sebagainya,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Dwi Sulistyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 8 kereta kelas eksekutif, untuk memfasilitasi pemberangkatan rombongan peserta Tajemtra menuju ke Stasiun Tanggul.
“Kami sangat bangga bisa berpartisipasi di acara event tahunan hari ini, dan semoga ke depan kita dengan Bapak Bupati berjalan lancar,” kata Dwi.
Lebih lanjut, kata Dwi dari gerbong kereta yang disiapkan telah terjual habis (sold out), sebanyak 400 kursi.
“Kami bangga bisa berpartisipasi dalam memasarkan Jember ke dunia luar lewat kereta api, tentunya perjalanan lebih cepat, mudah, tidak perlu antri BBM,” tegasnya.***







