Frensia.id- Merayakan idul Fitrih adalah sunnah Rosulullah SAW. Karena itu, semua Ummat Islam mestinya memiliki keinginan untuk merayakannya sebagaimana Rosul.
Walaupun 1 syawal belum ditentukan, penting untuk mengetahui beberapa kebiasaan Nabi Muhammad SAW saat merayakan Idul Fitri. Frensia.id mengumpul penjelasannya dan menemukan beberapa perkara yang menjadi tradisi Rosul saat hari raya Idul Fitri.
Adapun beberapa perkara tersebut, diantaranya adalah sebagaimana berikut ini;
Melantunkan Takbir
Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan bahkan mentradisikan takbir di hari raya Idul Fitri. Yang demikian telah jelas digambarkan dalam Al-Baqarah ayat 185 berikut ini;
وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur”
Memakai Pakaian Terbaik
Rosul diriwayatkan juga menganjurkan para sahabat untuk memakai pakaian terbaik saat hari raya. Hal ini sebagaimana riwayat berikut ini;
عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِى الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ
“Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan,”
Makan Sebelum Shalat ‘Id
Hari raya Idul Fitri adalah salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa. Hal ini berarti bahwa berpuasa pada hari tersebut tidak diperbolehkan menurut ajaran agama Islam.
Bahkan, dalam kitab-kitab fiqih, disebutkan bahwa berniat untuk tidak berpuasa pada hari Idul Fitri memiliki pahala yang sama seperti orang yang sedang berpuasa di hari-hari yang tidak dilarang untuk berpuasa. Dengan kata lain, dianjurkan makan minum sebelum shalat.
Berikut sabda Baginda Nabi Muhammad SAW tentang hal ini,
عَنْ أَنَسٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
Dari Anas bin Malik radliyallahuanhu berkata, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fithri hingga beliau memakan beberapa kurma”(HR. Bukhari).
Datanglah Ke tempat Yang Ramai
Kisah tentang Rasulullah menemani Aisyah dalam perjalanan untuk menyaksikan pertunjukan atraksi tombak dan tameng pada hari raya Idul Fitri. Kisah ini merupakan gambaran yang menarik dari kehangatan dan kebersamaan dalam hubungan mereka.
Selain itu, tentu kisah tersebut menunjukkan nabi mendatangi tempat keramaian saat hari raya idul fitrih.
Berkunjung Untuk Silaturahmi
Tradisi silaturahim dan saling mengunjungi saat hari raya Idul Fitri memang sudah ada sejak zaman Rasulullah saw dan dilanjutkan oleh para sahabat-sahabatnya.
Pada hari raya Idul Fitri, Rasulullah dan para sahabatnya akan saling mengunjungi rumah-rumah para sahabat untuk bertemu, berbagi kebahagiaan, dan mendoakan kebaikan satu sama lain. Perilaku Rasulullah ini mencerminkan pentingnya silaturahim dan hubungan sosial yang kuat dalam Islam, terutama pada saat-saat penting seperti Idul Fitri.
Jadi, rasulullah mengajarkan umatnya untuk menyambut hari raya dengan mengunjungi sanak keluarga, sahabat, dan tetangga, serta menyebarkan kebahagiaan dan doa-doa yang baik.