GP Ansor Pernah Menolak Patung Jayandaru, Kebanggaan Masyarakat Sidoarjo

Tuesday, 9 July 2024 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar GP Ansor Pernah Menolak Patung Jayandaru, Kebanggaan Masyarakat Sidoarjo (Sumber : Ilusrasi Frensia)

Gambar GP Ansor Pernah Menolak Patung Jayandaru, Kebanggaan Masyarakat Sidoarjo (Sumber : Ilusrasi Frensia)

Frensia.id- GP Ansor pernah bersepakat dengan organisasi keagamaan lain untuk menolak sebuah monumen kebanggaan masyarakat Sidoarjo. Monumen tersebut bernama Patung Jayandaru.

Pada tanggal 29 Mei 2015, ada penolakan besar yang terjadi pada pembangunan patung Jayandaru. Padahal monumen ini diresmikan dengan gemilang, menambah satu lagi mahakarya ke dalam warisan budaya Sidoarjo.

Pembangunan monumen ini menjadi sebuah persembahan istimewa dari PT Sekar Laut Tbk, perusahaan terkemuka di bidang pengolahan produk kelautan yang bermarkas di kota tersebut. Monumen ini tidak hanya berdiri sebagai penanda waktu, tetapi juga sebagai karya seni yang dirancang oleh tangan-tangan terampil seniman asal Bali, I Wayan Winten.

Mengusung desain yang memukau, Monumen Jayandaru memvisualisasikan dua ikon utama Sidoarjo: udang dan bandeng, yang melambangkan kekayaan alam dan tradisi maritim daerah ini. Dengan keanggunan dan keindahan yang terukir pada setiap detialnya, tentunya mengundang kekaguman dan rasa bangga dari setiap orang yang melihatnya.

Baca Juga :  Dilema, Presiden Chile Diangkat dan Digulingkan Secara Demokratis

Anehnya, patung yang ada di pusat kota ini, melahirkan kontroversi. Bahkan tercatat pernah ditolak dengan berbagai alasan oleh beberapa ormas keagamaan. Beberapa diantarnya adalah MUI, MU dan masuk juga di dalamnya, GP Ansor.

Penolakan ini sempat menyulut perhatian beberapa akademisi, salah satunya Hilmy Rahmawan. Ia adalah peneliti yang pernah berafiliasi di Universitas Airlangga (UNAIR).

Hasil penelitiannya disusun dalam bentuk Jurnal. Telah diterbitkan pada tahun 2027 silam dalam Repsitory UNAIR.

Rahmawan melihat bahwa GP Ansor melakukan penolakan pada keberadaan Patung Jayandaru yang didanai oleh PT. Sekar Laut dan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Organisasi pemuda dari ormas terbesar ini, memandang bawah patung tersebut merupakan berhala karena berbentuk utuh menyerupai manusia.

Baca Juga :  Nuansa Baru di Museum Telu Jember: Dari Barang Koleksi hingga Museum Shop

Mereka juga mengkhawatirkan bentuk patung ini mendorong masyarakat menyembah dan mengurangi rahmat dan sakralitas depan Masjid Agung Sidoarjo. Pasalnya, pembangunannya dekat dengan masjid tersebut.

Rahmawan melakukan kajian dengan memakai teori mobilisasi sumber daya. Hasil temuannya melahirkan dua alasan utama GP Ansor, kenapa menolak patung itu.

Penolakan mereka ternyata didasarkan pada pendapat ulama yang menyatakan bahwa patung dapat memberikan dampak negatif dalam kehidupan manusia. Masyarakat akan menilainya sebagai sesuatu yang magis, tidak sekedar simbol.

Selain itu, Rahmawan juga mendeteksi alasan lain penolakan GP Ansor juga didasarkan sejumlah hadits-hadits yang menyebutkan bahwa patung adalah haram dalam ajaran agama Islam.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dilema, Presiden Chile Diangkat dan Digulingkan Secara Demokratis
Nuansa Baru di Museum Telu Jember: Dari Barang Koleksi hingga Museum Shop
Penjambretan Istri Hogi Minaya Mengingatkan Kasus Sengkon dan Karta
Muslim di Indonesia Merayakan Natal? Dulu Ketua MUI Pernah Mundur Karena Masalah ini
Film Komedi Keren Tentang Perayaan Natal, “Christmas Every Day” Karya William Dean Howells
Tragedi Natal, Pernah Dikaji Pakar Riset Konflik Politik
Berkat Lobi Perempuan, Sukarno Membatalkan Hukuman Mati Seorang Agen CIA
Rabo Wekasan: Antara Tradisi, Doa, dan Catatan Ilmiah

Baca Lainnya

Monday, 30 March 2026 - 14:04 WIB

Dilema, Presiden Chile Diangkat dan Digulingkan Secara Demokratis

Tuesday, 3 March 2026 - 20:22 WIB

Nuansa Baru di Museum Telu Jember: Dari Barang Koleksi hingga Museum Shop

Sunday, 1 February 2026 - 21:45 WIB

Penjambretan Istri Hogi Minaya Mengingatkan Kasus Sengkon dan Karta

Thursday, 25 December 2025 - 01:23 WIB

Muslim di Indonesia Merayakan Natal? Dulu Ketua MUI Pernah Mundur Karena Masalah ini

Thursday, 25 December 2025 - 01:03 WIB

Film Komedi Keren Tentang Perayaan Natal, “Christmas Every Day” Karya William Dean Howells

TERBARU