Chalid Mawardi, Muassis Pergerakan dan Pengayom Generasi Muda NU

Saturday, 27 July 2024 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Gema belasungkawa datang dari dari seantero negeri, dari kalangan muda NU hingga petinggi PBNU, mulai kalangan kader ansor banser sampai pimpinan pusat turut merasa kehilangan sosok pengayom generasi muda NU ini. Khususnya, duka cita mendalam dirasakan oleh kader PMII atas wafatnya salah satu muassisnya, KH. Chalid Mawardi.

Chalid Mawardi adalah tokoh penting dalam sejarah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia merupakan salah satu dari 13 sponsor pendiri organisasi mahasiswa hasil dari keputusan konbes IPNU Kaliurang (1960). Dalam sejarah pendirian PMII, nama Chalid Mawardi berada pada urutan pertama.

Pendiriannya didorong keinginan untuk mengakomodir mahasiswa NU yang komitmen dalam pengembangan intelektual dan spiritual, berdasarkan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ia juga memberikan sumbangsih besar dalam merumuskan ideologi dan prinsip-prinsip dasar PMII.

Chalid Mawardi tidak hanya menjadi founding father PMII, tetapi juga ia mendidik dan memotivasi kader-kadernya. Ia selalu mendorong para kadernya mengembangkan diri, baik dalam bidang akademis maupun dalam pengembangan karakter dan spiritualitas.

Misalnya setiap dalam menyampaikan ucapan hari lahir PMII, ia selalu menekankan supaya kader PMII terus mengembangkan kualitas dalam melahirkan penemuan-penemuan ilmiah.

Hal itu menunjukkan Chalid Mawardi adalah sosok sang pencerah yang berpikir futuristik, mendorong bagaimana kader PMII untuk selalu berpikir kritis. Memimpikan generasi muda NU yang kreatif dan inovatif menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga :  PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

Sebagai pendiri PMII, Ia tidak hanya menekankan kuantitas kader Pergerakan. Nanum, Ia menunjukkan perhatiannya terhadap pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia mendorong PMII selain memikirkan bagaimana meningkatkan jumlah kader, namun juga meningkatkan kualitas mereka.

Sebagai muassis pergerakan, ia ingin memastikan bahwa kader PMII tidak hanya banyak secara jumlah, tapi mereka memiliki kompetensi, pengetahuan dan integritas yang tinggi. Tidak ada lain, hal itu untuk mendukung tujuan dan misi organisasi yang lahir di Surabaya, 17 April 1960 ini.

Dalam musyarawah di Surabaya, Mahbub Junaidi dipercaya sebagai ketua umum pertama PMII, sementara Chalid Mawardi ditunjuk sebagai ketua satu dan Said Budairy sebagai sekretaris Umum. Masa ini, merupakan periode pertama pimpinan pusat PMII (1960-1961).

Dalam memimpin Chalid Mawardi dikenal kebijaksanaanya dalam mengarahkan organisasi dan membimbing anggotanya. Berkat kepemimpinannya, membantu PMII berkembang menjadi organisasi yang solid dan memiliki pengaruh di kalangan mahasiswa.

Nama tersohornya tidak hanya dikalangan kader Pergerakan, Ia dikenal pribadi yang penuh dedikasi dalam mengkader, membina dan menebar inspirasi bagi pemuda NU. Kontribusinya sangat signifikan dalam pengembangan program-program bagi kalangan generasi muda NU, dari pendidikan, keterampilan dan pemahaman keagamaan.

Dalam penuturan Gus Addin Jauharudin, Ketua umum PB PMII periode (2014-2016), saat ini sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, menuturkan Chalid Mawardi adalah teladan para kader. Sumbangsihnya besar bagi NU dan Anshor termasuk bagi republik ini.

Baca Juga :  LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember

Kiprahnya dalam mengayomi generasi muda NU, Chalid Mawardi menjadi ketua umum PP GP Ansor dalam kongres VIII tahun 1980, saat itu hadir KH. Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Kepemimpinannya bertepatan degan munas NU situbondo, dimana salah satu keputusannya NU kembali ke Khittah.

Pada masa itu, negara sedang dibawah kekuasaan Soeharto. Menurut Gus Addin, bukanlah hal yang mudah menjalankan organisasi dibawah tekanan orde baru yang memegang kendali kuat. Dengan kelincahan dan fleksibel, Chalid Mawardi mampu membawa Ansor (salah satu banom NU) tetap eksis ditengah gempuran pergolakan politik yang sangat kuat dan panas.

Chalid Mawardi telah mencurahkan segenap pikiran, tenaga dan harapan untuk masa depan PMII, NU dan Indonesia. Sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi dan menjujung nilai-nilai etik dalam tindakannya, ia berusaha mengubah bangsa ini menjadi lebih baik. Ia menjadi teladan dalam hal kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab.

Kini, Muassis Pergerakan dan Pengayom Generasi Muda NU itu telah pergi. Selamat Jalan Kyai…*

* Moh. Wasik (Anggota LKBHI UIN KHAS Jember, Penggiat Filsafat Hukum dan Anggota Dar Al Falasifah)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

“HARI TANI DI TENGAH BAYANG-BAYANG BATALYON”‎; Ketika Petani Silo Jember Menggugat Ruang Hidup‎
Pesantren Harus Berubah! Jika Tak Mau Punah
Filsafat Ilmu Ushul Fiqh : Membaca Kembali Gagasan Dr. Ishaq
Adakah Potensi (Kasus) Nadiem Diputus Bebas?
Memanusiakan Manusia: Refleksi Hardiknas di Tengah Disrupsi Digital
Mitologi Larangan Politik Dalam Pendidikan
Ketika Sungai Mengambil Haknya
Menyemai Semangat Pahlawan di Tanah Tani Nusantara

Baca Lainnya

Thursday, 24 September 2026 - 15:48 WIB

“HARI TANI DI TENGAH BAYANG-BAYANG BATALYON”‎; Ketika Petani Silo Jember Menggugat Ruang Hidup‎

Wednesday, 2 September 2026 - 09:40 WIB

Pesantren Harus Berubah! Jika Tak Mau Punah

Saturday, 27 June 2026 - 17:55 WIB

Filsafat Ilmu Ushul Fiqh : Membaca Kembali Gagasan Dr. Ishaq

Friday, 15 May 2026 - 21:31 WIB

Adakah Potensi (Kasus) Nadiem Diputus Bebas?

Saturday, 2 May 2026 - 23:50 WIB

Memanusiakan Manusia: Refleksi Hardiknas di Tengah Disrupsi Digital

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading