Memanusiakan Manusia: Refleksi Hardiknas di Tengah Disrupsi Digital

Saturday, 2 May 2026 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Baihaki, S.Pd, Kabiro Pendidikan, Pelatihan, dan Beasiswa PC PMII Kabupaten Jember (Foto: Dokumentasi pribadi).

Imam Baihaki, S.Pd, Kabiro Pendidikan, Pelatihan, dan Beasiswa PC PMII Kabupaten Jember (Foto: Dokumentasi pribadi).

Frensia.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei bukan sekadar seremoni mengenakan baju adat atau upacara bendera.

Bagi kita, kaum pergerakan, ini adalah momentum sakral untuk mengaudit sejauh mana “Kompas Pendidikan” kita mengarah pada cita-cita luhur dari Ki Hajar Dewantara: Memanusiakan Manusia.

Pendidikan Bukan Sekadar Pabrik Ijazah

Di era disrupsi ini, kita menghadapi tantangan besar di mana pendidikan seringkali terjebak dalam mekanisasi.

Sekolah dan kampus terkadang tampak seperti pabrik yang hanya mengejar target administratif dan angka-angka statistik.

Kurikulum yang padat seringkali melupakan esensi dari ngelmu, yakni pembentukan karakter dan nalar kritis.

Sebagai kader PMII, kita harus melihat bahwa pendidikan adalah alat perlawanan terhadap ketidaktahuan dan penindasan.

Jika pendidikan hanya mencetak pekerja tanpa jiwa kepemimpinan dan kepekaan sosial, maka kita sedang mengalami kemunduran literasi yang nyata.

Aksesibilitas dan Keadilan Beasiswa

Baca Juga :  Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Jember, sebagai kota pendidikan, memiliki potensi besar namun juga tantangan yang kompleks. Masih banyak kawan-kawan kita yang harus mengubur mimpinya karena tembok ekonomi yang tinggi.

Di sinilah peran negara dan pemangku kebijakan diuji.

Beasiswa seharusnya tidak hanya menjadi “hadiah” bagi mereka yang beruntung secara akademik, tetapi juga menjadi “jembatan” bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonomi namun memiliki semangat juang yang tinggi.

Keadilan distribusi beasiswa adalah harga mati untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal di belakang meja belajar.

Literasi Digital dan Karakter Bangsa

Teknologi adalah keniscayaan, namun ia hanyalah alat. Tantangan guru dan dosen saat ini bukan lagi sekadar mentransfer informasi karena Google sudah menyediakannya melainkan menanamkan nilai-nilai etik dan moral.

Pendidikan harus mampu menjawab:
Bagaimana teknologi digunakan untuk kemaslahatan umat?
Bagaimana nalar kritis tetap terjaga di tengah banjir hoaks?

Baca Juga :  Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Merdeka Belajar yang Sebenarnya

Merdeka belajar jangan hanya menjadi slogan birokrasi. Merdeka yang sesungguhnya adalah ketika mahasiswa dan pelajar berani berpikir berbeda, berani bertanya, dan memiliki kemandirian dalam mencari kebenaran.

Mari kita jadikan Hardiknas tahun ini sebagai titik tolak untuk memperkuat kolaborasi. Pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.

PC PMII Jember, melalui Biro Pendidikan, Pelatihan, dan Beasiswa, akan terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu pendidikan, memastikan akses yang setara, dan mencetak kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.

Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
Tangan Terkepal dan Maju Ke Muka
!

Oleh: Imam Baihaki, S.Pd.
Kabiro Pendidikan, Pelatihan, dan Beasiswa PC PMII Kabupaten Jember

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Filsafat Ilmu Ushul Fiqh : Membaca Kembali Gagasan Dr. Ishaq
Adakah Potensi (Kasus) Nadiem Diputus Bebas?
Mitologi Larangan Politik Dalam Pendidikan
Ketika Sungai Mengambil Haknya
Menyemai Semangat Pahlawan di Tanah Tani Nusantara
Menyoal Media dan Etika Kebebasan Berpendapat di Balik #BoikotTrans7
Narasi Pincang Pesantren
“Dosa-Dosa” Polri: Reformasi atau Transformasi?

Baca Lainnya

Saturday, 27 June 2026 - 17:55 WIB

Filsafat Ilmu Ushul Fiqh : Membaca Kembali Gagasan Dr. Ishaq

Friday, 15 May 2026 - 21:31 WIB

Adakah Potensi (Kasus) Nadiem Diputus Bebas?

Saturday, 2 May 2026 - 23:50 WIB

Memanusiakan Manusia: Refleksi Hardiknas di Tengah Disrupsi Digital

Monday, 5 January 2026 - 04:30 WIB

Mitologi Larangan Politik Dalam Pendidikan

Wednesday, 17 December 2025 - 19:06 WIB

Ketika Sungai Mengambil Haknya

TERBARU

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait (tengah) (Foto: Fauzan).

Politia

Gus Fawait: Atasi Masalah Kemiskinan Harus dengan Data

Monday, 7 Sep 2026 - 23:24 WIB

Pemkab Jember saat bertemu pihak PT Pertamina Patra Niaga. (Foto: Istimewa).

Politia

Antrean SPBU Jember Mengular Gus Fawait Panggil Pertamina

Monday, 7 Sep 2026 - 18:15 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading