Frensia.id – Sayyed Abdul-Malik al-Houthi, Pemimpin Revolusi Yaman menegaskan bahwa Yaman menjadi benteng sejati dari nilai-nilai Arab dan Islam yang luhur.
Pernyataan pemimpin revolusi Yaman ini sebagaimana disampaikan dalam pidatonya pada 19 Desember 2024.
Pidato Abdul-Malik al-Houthi tersebut menjelaskan bahwa identitas nilai-nilai Arab diwujudkan di negaranya.
“Bagi mereka yang terus berbicara tentang identitas Arab, di sinilah Arabisme diwujudkan dengan nilai-nilainya yang terkenal,” ucapnya pada tanggal 19/12/2024.
Pemimpin revolusi Yaman itu juga menyoroti keberanian rakyat Yaman dalam menghadapi penindasan serta komitmen mereka terhadap keadilan dan agama.
“Penolakan untuk tunduk pada penindasan, martabat, kehormatan, keberanian, kemurahan hati, dan altruisme,” tegas Al-Houthi.
Menurutnya, nilai-nilai yang menjadi kebanggaan bangsa Arab dan Islam, sebagaimana dipuji dalam Al-Qur’an, masih hidup dan terwujud di tengah-tengah rakyat Yaman, meski mulai memudar di tempat lain.
Al-Houthi menyoroti bagaimana semangat ini terlihat dari berbagai aksi rakyat Yaman di berbagai bidang, termasuk demonstrasi mingguan yang melibatkan jutaan orang.
“Hal itu dapat terlihat dari teriakan rakyat kita, dari ekspresi rakyat kita, baik tua maupun muda, yang menyampaikan perasaan dari lubuk hati mereka dengan penuh semangat,” jelas pemimpin revolusi Yaman.
Lebih lanjut, ia memuji tekad rakyat Yaman yang kuat dalam mempertahankan posisi mereka, meskipun menghadapi tantangan berat.
Menurut Al-Houthi, keberanian dan keteguhan tersebut merupakan cerminan dari keimanan yang mendalam kepada Allah, Rasul-Nya, dan ajaran Islam yang agung.
“Tekad yang kuat dan keteguhan luar biasa dalam mempertahankan tujuan yang sah dan suci ini merupakan wujud kesetiaan yang tak tergoyahkan,” tambahnya.
Pidato tersebut memberikan gambaran nyata tentang perjuangan rakyat Yaman yang tetap teguh dalam mempertahankan kedaulatan dan martabat mereka di tengah situasi yang penuh tekanan.
Abdul-Malik al-Houthi juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai Arab dan Islam sebagai pijakan moral untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Melalui pidatonya, Al-Houthi kembali menegaskan posisi Yaman sebagai simbol perlawanan dan pengabdian terhadap prinsip-prinsip universal yang meneguhkan semangat bangsa Arab dan Islam di era modern ini.