Frensia.id – Malam lailatur Qadar merupakan satu malam yang sangat istimewa dari saking istimewanya ia dijuluki malam yang lebih baik dari seribu malam. Satu malam namun sebanding dengan seribu malam sungguh perbandingan yang jauh, lalu apa namanya jika tidak sangat istimewa.
Artinya beribadah satu malam di malam lailatur qadar sama dengan beribadah 1000 malam, bahkan lebih. Beribadah satu malam saja susahnya minta ampun — meskipun bagi orang-orang tertentu beribadah adalah mudah dan nikmat– apalagi sampai seribu malam.
Hanya saja malam lailatul Qadar ini sebagai malam yang sangat istimewa sengaja dirahasiakan oleh Allah swt. Mungkin kita bertanya kenapa harus dirahasiakan? Bukankah jika tahu waktunya yang pasti kita akan beribadah full time pada malam itu.
Namun semuanya itu hikmahnya. Hikmah tersebut sudah diungkap oleh para ulama, kenapa Allah merahasiakan malam lailatul qadar. Dr. Hairul Hudaya, M. Ag dalam Fiqh Puasa, Lailatul Qadar dan Zakat Fitrah menguraikan alasan tersebut
Usman ibn Muhammad Syatha dalam Hasyiyah I’anah al-Thalibin
Hikmah dirahasiakannya lailatur qadar dalam sepuluh terkahir pada bulan Ramadhan agar supaya manusia menghidupkan seluruh malamnya dengan beribadah dan malam lailatur qadar ini malam mulya yang khusus hanya untuk umat Nabi Muhammd saw yang akan terus ada sampai hari kiamat.
‘Abd al-Qadir al-Jailani al-Hasani dalam al-Gunyah li Thalibi Thariq alHaq fi al-Akhlaq wa al-Tasawwuf
Dirahasiakannya malam lailatur qadar ini oleh Allah swt supaya kaum muslim tidak menyandarkan atua mengamalkan amal ibadahnya hanya pada malam lailatur qadar saja. Dengan itu tidak ada yang bisa mengatakan kami telah beribadah pada malam lailatur qadar dan Allah swt memberikan ampunan bagi dosa-dosa kami dan kami memperoleh keutamaan, sehingga mereka tidak akan beramal lagi.
Bahakn meraka tidak akan berharap dengan tanpa beramal melakukan ibadah lagi dan akan membinasakan mereka. Itulah Kenapa pula Allah merahasiakan kematian seseorang. Agar mereka senantiasa beribadah.
Agar tidak ada orang yang berumur panjang berkata, aku mengikuti nafsu ku dan kelezatan dunia dulu dan jika ajalku sudah dekat, aku pun bertaubat dan aku akan sibuk beribadah sehingga mati dalam keadaan bertaubat dan memperbaiki diri.
Allah Swt. merahasiakan azalnya agar mereka selalu waspada akan kematian sehingga memperbaiki amal ibadah dan terus menerus bertaubat dan memperbaiki amal. Ketika maut datang, mereka mati dalam sebaik-baiknya keadaan.