Ali Topan, Film yang Bercerita Tentang Manusia Bebas

Monday, 19 August 2024 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

cuplikan film ALi Topan (Sumber: hasil tangkapan layar)

cuplikan film ALi Topan (Sumber: hasil tangkapan layar)

Frensia.id- Ali Topan merupakan film bergenre drama romantis. Pertama kali tayang di bioskop pada tanggal 14 Februari 2024, bertepatan dengan hari kasih sayang dan hari kasih suara.

Film yang diadaptasi dari novel Ali Topan Anak Jalanan karya Teguh Elsha, sebelumnya pernah difilmkan dengan judul yang sama pada tahun 1977. Sampai kemudian direka dan ditayangkan ulang pada tahun 2024 dengan dibintangi oleh Jefri Nichol sebagai Ali Topan dan Luthesa sebagai Anna Karenina.

Cerita ini dimulai dari sosok pemuda bernama Ali Topan yang mempunyai kesadaran sebagai manusia bebas. Sehingga latar belakang orang tuanya yang berkecukupan tidak menjadikan alasan baginya untuk mengikuti tradisi kehidupan sebagai anak orang kaya.

Ali memilih jalanan sebagai tempat tinggalnya dan meninggalkan kemewahan-kemewahan yang semestinya bisa ia nikmati, kecuali satu hal yang masih dirindukan yaitu harmoni keluarga.

Sekalipun sebagai anak orang kaya, ia merasa kurang mendapatkan kasih sayang. Ayahnya gemar selingkuh dan ibunya yang merasa dikhianati, mengalami frustasi sehingga banyak menenggak minuman keras.

Satu-satunya kasih sayang yang ia terima berasal dari pengasuhnya sejak kecil bernama Mbok Yen, lebih dari itu jalanan merupakan tempat ia meluapkan segala bentuk kebebasan yang ia kehendaki. Sebagaimana pendapatnya dalam suatu cuplikan.

Baca Juga :  Menyusuri Jalur Pantura Bersama Trans Jatim: Antara Kemudahan Akses dan Kenyamanan Penumpang

“jalanan adalah tempat gua menaklukan kekalahan-kekalahan yang nggak pernah mereka menangkan”.

Ali meninggalkan karpet merah yang dimiliki oleh keluarganya dan memilih untuk tinggal di jalanan. Ia menghabiskan waktunya di Blok M, disana terdapat sebuah warung yang memberikan kontribusi pada seni asuhan dari Opung Brotpang.

Di warung tersebut lah ia bertemu dengan seorang perempuan, bernama Anna Karenina. Lewat gadis, anak dari orang kaya pengusaha properti alur perjalanan film ini dimulai.

Dari awal perkenalan, relasi kedua remaja ini bergerak ke arah yang lebih romantis. Sampai kemudian konflik muncul dalam ketegangan hubungan mereka berdua.

Anna sebagai anak orang kaya, tidak mendapatkan restu menjalin hubungan dengan Ali Topan. Karena ia hendak dijodohkan dengan Boy, anak seorang menteri.

Pertikaian antara Boy dan Ali Topan semakin tampak saat, Anna mengajak Topan untuk mencari kakak kandungnya yang pergi dengan suaminya, dalam arti meninggalkan kedua orang tuanya karena terdapat perbedaan prinsip.

Dalam kehidupan yang nyata orang seperti Ali Topan banyak ditemukan dan bukan sesuatu yang langka. Oleh karena itu, penulis novel dalam hal ini tidak sedang berimajinasi dan mencita-citakan adanya sosok sebagaimana ceritanya, melainkan ia mengulang cerita dari kehidupan nyata yang sudah tidak dianggap aneh oleh kebanyakan orang.

Baca Juga :  Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Sekalipun seolah sedang menonton cerita yang biasa, tetap saja karakter Ali Topan sangat perlu diejawantahkan dan tampil secara konkrit. Sosok yang berani menentang establisment dan keluar dari zona nyaman mencari nilai yang ia yakini sendiri, merupakan sikap yang mencerminkan kemerdekaan.

Pesan terkandung yang hendak disampaikan penulis dan sutradara dalam film ini, barangkali akan kabur dan kalah fokus kepada sosok aktor, yaitu Jefri Nichol.

Beberapa penonton bisa saja menganggap film ini menarik bukan karena melihat alur dan isi cerita, tetapi karena lebih ingin menyaksikan akting memukau dari aktor pemeran Nathan dalam film “Dear Nathan” ini.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya pemilihan aktor dengan menempatkan Jefri sebagai Ali Topan memberikan peluang kepada pasar untuk menganggap bahwa film ini layak untuk ditonton.

Hanya saja perlu disayagkan apabila penonton mempunyai minat hanya ingin melihat akting dari pemeran utama tersebut tanpa memberikan penilaian secara khusus kepada karakternya.

Karena aspek yang menjadi ciri khas utama dari film Ali Topan adalah karakternya sebagai manusia yang mempunyai kesadaran bahwa dirinya benar-benar mendapatkan anugerah kebebasan sebagai manusia.     

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Menyusuri Jalur Pantura Bersama Trans Jatim: Antara Kemudahan Akses dan Kenyamanan Penumpang
Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih
Film Meet Joe Black: Saat Kematian Meminjam Wujud Kasar Manusia
Sejuknya Kali Jompo, Wisata Alam Hits Jember yang Pas Buat Libur Sekolah
Pesona Danau Kedung Garinten, ‘Hidden Gem’ Berlatar Sunset di Jember
Peaky Blinders: The Immortal Man Mengakhiri Cerita Panjang Gangster Birmingham
KAI Daop 9 Jember Pastikan Kesiapan Sarana Lokomotif dan Kereta Jelang Angkutan Lebaran 2026
Siapa Sebenarnya Ophelia dalam Lagu Taylor Swift?

Baca Lainnya

Saturday, 24 October 2026 - 18:22 WIB

Menyusuri Jalur Pantura Bersama Trans Jatim: Antara Kemudahan Akses dan Kenyamanan Penumpang

Saturday, 10 October 2026 - 13:31 WIB

Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Thursday, 10 September 2026 - 12:48 WIB

Film Meet Joe Black: Saat Kematian Meminjam Wujud Kasar Manusia

Saturday, 11 July 2026 - 14:55 WIB

Sejuknya Kali Jompo, Wisata Alam Hits Jember yang Pas Buat Libur Sekolah

Monday, 22 June 2026 - 20:41 WIB

Pesona Danau Kedung Garinten, ‘Hidden Gem’ Berlatar Sunset di Jember

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading