FRENSIA.ID – Kemenangan Real Madrid 2-1 atas Barcelona di Camp Nou pada Senin, 26 Oktober 2026 dini hari WIB, bukan sekadar menambah tiga poin bagi Los Blancos.
Hasil itu memperbaiki catatan statistik José Mourinho di El Clasico yang selama periode pertamanya di Madrid justru tercatat merah.
Kylian Mbappé mencetak dua gol, masing-masing pada menit 41 dan 87, sementara Raphinha membalas pada menit 61 lewat umpan Pedri. Gol kedua Mbappé sekaligus menjadi gol ke-100 miliknya bersama Real Madrid.
Angka lama Mourinho dalam melawan Blaugrana kurang mengesankan. Selama menukangi Madrid pada 2010 hingga 2013, ia berhadapan dengan Barcelona sebanyak 17 kali di LaLiga, Copa del Rey, Supercopa, dan Liga Champions, dengan hasil lima menang, enam seri, dan enam kalah. Dari 17 pertemuan itu timnya mencetak 25 gol dan kebobolan 31 gol.
Kemenangan 26 Oktober 2026 mengubah susunan angka tersebut. Total kemenangan kompetitif Mourinho atas Barcelona kini menjadi enam dari dua periode kepelatihan. Rasio menang-kalahnya untuk pertama kali berimbang pada 6-6-6 dari 18 pertemuan.
Catatan lain muncul dari sisi rentetan. Mourinho menjadi pelatih Real Madrid ketiga yang melewati enam Clasico beruntun tanpa kekalahan, dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang, menyamai Miguel Muñoz (1962-1965) dan Vicente del Bosque (2001-2003).
BBC mencatat hasil itu juga menjadi kemenangan kedua Madrid dalam delapan laga terakhir melawan Barcelona.
Perbandingan dengan periode pertama tampak lebih jelas pada awal musim. Mourinho sama-sama memetik enam kemenangan dari delapan laga pertamanya pada 2010 maupun 2026, tetapi tim 2010 belum terkalahkan dengan dua hasil imbang, mencetak 15 gol, hanya kebobolan dua gol, dan membukukan enam nirbobol.
Tim 2026 mencetak 20 gol, namun dua kekalahan dari Real Betis dan Atlético Madrid membuat perolehannya 18 poin, berbanding 20 poin pada periode yang sama di 2010.
Di LaLiga, ia sempat memecahkan rekornya sendiri. Mourinho belum pernah memenangi tiga laga liga pertamanya sebagai pelatih Madrid; pada 2010/11 ia hanya mengumpulkan tujuh poin setelah ditahan Mallorca. Musim ini ketiganya ia menangkan, termasuk 4-0 atas Málaga.
Konteks perburuan gelar ikut berubah. Barcelona datang dengan rekor sempurna sembilan kemenangan, 27 poin, dan 39 gol, lalu kehilangan jarak dari enam poin menjadi tiga poin setelah kekalahan liga pertamanya musim ini. Madrid sendiri telah memenangi lima laga beruntun di semua ajang.
Mengutip ESPN Mourinho menolak menganggap hasil ini sebagai puncak. “Real Madrid tidak bermain untuk menang di Camp Nou, melainkan untuk juara liga,” katanya dalam konferensi pers seusai laga.
Ia tetap melontarkan keberatan soal kepemimpinan wasit. Mourinho menilai Joao Cancelo seharusnya diusir keluar lapangan karena pelanggaran terhadap Yan Diomande pada menit ke-60 dan menuding VAR lalai. Ia juga mengonfirmasi kapten Federico Valverde mengalami cedera sejak awal laga tetapi memilih bertahan di lapangan.
Dari kubu tuan rumah, Hansi Flick mengakui timnya kehilangan kesegaran setelah jadwal padat dan menyebut detail kecil menentukan laga besar.
Mourinho sendiri baru kembali ke Santiago Bernabéu pada 11 Juni 2026 dengan kontrak tiga tahun, menggantikan Álvaro Arbeloa, setelah 13 tahun meninggalkan klub itu. Pada periode pertamanya ia mempersembahkan tiga gelar: Copa del Rey 2010-11, LaLiga 2011-12, dan Supercopa 2012.
“Kredit untuk para pemain. Saat kalah, kesalahan jatuh pada pelatih,” pungkasnya, sebagaimana dilansir BBC






