Frensia.id – Alumni sumbang bacaan Al-Qur’an dan Al Ikhlas dengan jumlah fantastis dalam rangka Haul Majemuk Masyaikh dan keluarga besar pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.
Sumbangan bacaan Al-Qur’an dan surat Al-Ikhlas ini sudah menjadi tradisi tahunan dalam setiap acara Haul Majemuk.
Pada tahun ini, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo kembali mencetak capaian besar dalam acara Haul Majemuk Masyaikh yang berlangsung pada 18-19 November 2024.
Sumbangan bacaan Al-Qur’an tersebut, sebanyak 19 ribu 540 kali dan bacaan Surat Al-Ikhlas hingga mencapai angka fantastis, yaitu 1 miliar 400 juta kali.
Tradisi ini merupakan wujud penghormatan para alumni terhadap para masyaikh yang berjasa dalam pendidikan mereka.
Sebab selain sumbangan berupa materil, alumni, santri dan para simpatisan mengharap barakah dari para Masyaikh Sukorejo.
KH Asho Samsuddin, pemangku Asrama Nurul Qoni’, menjelaskan bahwa sumbangan bacaan Al-Qur’an adalah tradisi yang penting untuk menambah keberkahan acara Haul Majemuk.
“Untuk memberi hadiah pada para Masyaikh, bukan hanya soal materi saja, tetapi menghadiahkan bacaan Al-Qur’an. Semakin banyak bacaan Al-Qur’an dan surat Al-Ikhlas yang disumbangkan, semakin besar juga kebahagiaan yang akan didapatkan,” ujar KH Asho Samsuddin.
Tahun ini, sumbangan bacaan Al-Qur’an mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Hal ini sebagaimana disampaikan Ustadz Karsono Abd Jalil.
Namun, jumlah bacaan Surat Al-Ikhlas sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 1 miliar 186 juta.
“Apabila dibandingkan dengan tahun 2023, sumbangan bacaan Al-Qur’an meningkat 18 ribu. Namun bacaan surat Al-Ikhlas menurun” ujar Ustadz Karsono dihadapan alumni yang hadir.
Meski begitu, partisipasi alumni tetap menunjukkan antusiasme yang luar biasa.
“Jumlah bacaan Al-Qur’an itu berbanding lurus dengan kebahagiaan alumni. Jika ingin kebahagiaan yang tinggi, maka sumbangan bacaan Al-Qur’annya juga harus tinggi,” tambah KH Asho pada 18/11/2024.
Tradisi ini menjadi bukti kuat hubungan spiritual yang terus terjalin antara alumni dan pesantren Sukorejo.
Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat silaturahmi dan menghidupkan amalan-amalan islami.
Acara Haul Majemuk Masyaikh tahun ini dihadiri ribuan alumni dari berbagai daerah.
Dengan bertambahnya jumlah bacaan Al-Qur’an dan partisipasi yang luas, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga wujud kesetiaan alumni terhadap nilai-nilai yang diajarkan selama masa pendidikan mereka di pesantren.
Sebagai penutup, KH Asho mengingatkan pentingnya menjaga tradisi ini agar terus lestari di generasi mendatang.
“Tradisi ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang keikhlasan hati yang ditujukan untuk para masyaikh yang telah mendidik kita semua,” jelas KH Asho Samsuddin.