Frensia.Id– Memasuki periode awal Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas penumpang kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember mengalami penurunan. Meski saat ini mengalami penurunan di hari, lonjakan penumpang diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini, Minggu (22/2).
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengungkapkan, volume penumpang pada awal puasa cenderung fluktuatif namun tetap terkendali. Pada hari pertama puasa (18/2), tercatat sebanyak 9.142 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 9.
“Pada tanggal 19 Februari, angka keberangkatan berada di posisi 8.550 penumpang. Ini merupakan siklus wajar di mana masyarakat cenderung membatasi perjalanan pada hari-hari pertama ibadah puasa untuk fokus beribadah di rumah,” kata Cahyo dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).
Meski sempat turun, KAI Daop 9 memproyeksikan stasiun akan kembali diserbu pelanggan pada hari Minggu besok. Berdasarkan data pemesanan tiket, volume keberangkatan diprediksi menembus angka 11.145 orang.
“Stasiun akan kembali diserbu oleh pelanggan hari Minggu besok ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cahyo menjelaskan, mayoritas penumpang didominasi oleh penumpang parsial (jarak pendek/menengah). Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak KAI meminta calon pelanggan untuk mengatur waktu keberangkatan dengan baik.
“Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan saat proses boarding,” paparnya.
Selain soal waktu, KAI juga mengingatkan penumpang terkait aturan ketat bagasi. Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa barang bawaan dengan berat maksimal 20 kg dan volume maksimal 100 dm³.
Jika kedapatan melebihi ketentuan tersebut, penumpang akan dikenakan biaya tambahan sesuai aturan yang berlaku atau diarahkan menggunakan jasa ekspedisi kereta api.
“Kami berkomitmen memberikan layanan prima agar perjalanan pelanggan tetap nyaman dan khidmat selama bulan suci Ramadan. Kami ajak masyarakat pantau ketersediaan tiket secara real-time melalui aplikasi Access by KAI,” pungkasnya.







