Axel Honeth, Sosiolog Jerman yang Mengeksplorasi Ide-Ide Jurgen Habermas

Tuesday, 24 March 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Axel Honeth. Edit: Arif

Foto Axel Honeth. Edit: Arif

Frensia.id- Sepeninggal Jurgen Habermas pada Sabtu 14 Maret 2026, bukan berarti generasi teori kritis Mazhab Franfurt berakhir begitu saja. Selaku generasi kedua dari sebuah aliran pemikiran yang cukup familiar di kalangan mahasiswa dengan teori tindakan komunikatif dan ruang publik.

Setelah dirintis oleh generasi pertama, mulai dari Max Hokkheimer, Theodor W. Adorno, Herbert Marcuse, kemudian dilanjutkan oleh generasi kedua, yakni Habermas. Tradisi kritis yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Sosial di Jerman ini tetap berlanjut dengan hadirnya generasi ketiga, salah satunya yang cukup populer adalah Axel Honeth.

Honeth tidak lain merupakan murid langsung dari Habermas. Ia melakukan eksplorasi dari gagasan gurunya tersebut dengan melakukan peralihan dari teori komunikasi yang dijadikan akar ke teori pengakuan.

Karir akademis Honeth diawali dengan studinya di Universitas Bonn dan Bochum. Kemudian melanjutkan doktoralnya di Universitas Berlin. Baru setelah itu ia memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dengan Habermas di Max Planck Institute for the Study of Scientific Technical World sebagai peneliti. Kemduain ia beralih ke Frankfurt sebagai asisten Habermas.

Baca Juga :  Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam

Pikiran otentik Axel Honeth tentang perjuangan untuk memperoleh pengakuan ini bertolak dari Hegel dengan mengkritisi gagasan Mazhab Frankfurt generasi sebelumnya, termasuk Habermas. Ia juga melakukan kritis terhadap abstraksi teori sosial Kantian, seperti John Rawls. Honeth juga memasukkan elemen marxis dalam teori kritisnya ini, yang mana sebelumnya telah hilang dalam gagasan Habermas.

Teori yang dilatarbelakangi oleh kondisi sosial dari masyarakat marjinal ini, seperti kaum mustadh’afin, agama minoritas dan sebagainya. Berhasil menjelaskan proses perkembangan masyarakat secara lebih rasional.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya, Laka Depan Antar Pemotor Terjadi di Jember

Masyarakat yang maju, menurutnya, bukanlah yang diatur oleh dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi. Melainkan masyarakat yang memberikan ruang dan pengkuan seluas mungkin bagi kelompok-kelompok sosial yang ada di masyarakat.

Axel Honet dikukuhkan sebagai Guru Besar di Universitas Frankfurt pada tahun 1996. Lima tahun kemudian ia menduduki posisi gurunya, Habermas, yakni sebagai Direktur di Maz Planck Institute for the Study of Scientific Technical World.

Beberapa buah pikiran Axel Honeth yang telah ia tuangkan dalam bentuk karya tulis diantaranya Redistribution or Recognition? : A Political-Philosophical Exchange, The Stuggle for Recognition : The Moral Grammar in a Critical Social Theory, The Idea of Socialism : Towards a Renewal, Social Action and Human Nature.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Jelang Hari Raya, Laka Depan Antar Pemotor Terjadi di Jember
4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali
Mahasiswa Cendekia BAZNAS UNIKHAMS Jember Gelar Aksi Sosial: Dari Penguatan UMKM Hingga Edukasi Anak Yatim
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Gagasan Pendidikan Islam Berkarakter Ulil Albab dan Ulin Nuha
UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026
Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan
Gerbang SDN di Jember Disegel Ahli Waris Dini Hari
Gegara Sejoli Mesum, UNEJ Bakal Perbanyak Frekuensi Patroli Security di Wilayah Kampus

Baca Lainnya

Tuesday, 24 March 2026 - 21:35 WIB

Axel Honeth, Sosiolog Jerman yang Mengeksplorasi Ide-Ide Jurgen Habermas

Thursday, 12 March 2026 - 12:14 WIB

4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali

Saturday, 7 March 2026 - 20:00 WIB

Mahasiswa Cendekia BAZNAS UNIKHAMS Jember Gelar Aksi Sosial: Dari Penguatan UMKM Hingga Edukasi Anak Yatim

Saturday, 28 February 2026 - 12:56 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Gagasan Pendidikan Islam Berkarakter Ulil Albab dan Ulin Nuha

Thursday, 26 February 2026 - 17:15 WIB

UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026

TERBARU