Frensia.id- Secara umum, arti berkah yang telah mengendap di tengah-tengah masyarakat selalu diidentikkan dengan harta dan jabatan. Oleh karena itu setiap kali sebuah pekerjaan atau kegiatan ibadah dimana didalamnya diselipkan harapan untuk mendapatkan berkah, berarti ada keinginan untuk mendapatkan luapan harta berlebih.
Menurut terminologi, berkah berarti adanya tambahan kebaikan. Sayangnya kebaikan disini mencakup makna yang luas, tidak sekedar arti sempit yakni harta atau kekayaan dan jabatan terhormat. Dalam implementasinya pada konteks sosio-religius masyarakat secara garis besar telah mereduksi arti yang sebenarnya.
Untuk memberikan definisi yang komphrensif, Dr. Haidar Baqir memberikan penjelasan terkait dengan arti berkah. Hal ini ia sampaikan lewat kanal Youtubenya pada momen bulan Ramadhan tahun 2026, dengan tajuk Ngabuburead.
“semoga berkah artinya sempoga sesuatu itu memiliki kebaikan lebih besar dari nilai asli atau dari nilai intrinsik kebaikan itu,” ungkap Presiden Direktur Kelompok Mizan.
Definisi berkah tidak hanya sampai pada tataran kebaikan saja, menurut Haidar Baqir juga pada kesusahan. Ia memberikan contoh pada konteks perkawinan. Dimana orang yang menikah itu tidak hanya mendapatkan keberkahan dalam situasi yang baik, tetapi juga saat dalam masa sulit. Dalam dua kondisi tersebut juga mencakup hadirnya kebaikan dalam perkawinan.
Dalam kacamata Tasawuf, lebih lanjut Haidar Baqir menjelaskan, berkah bermakna keadaan dimana didalamnya diliputi anugerah Allah berupa kedekatan, cahaya petunjuk dan ketentraman spiritual dari atau bersama Allah SWT.
“jadi orang yang mendapatkan berkah dari Allah SWT dalam makna khusus ini adalah orang yang hidupnya akan tentram akan bahagia meskipun hidupnya mengalami kesulitan, karena apa? Karena ia tahu bahwa kesulitan itu datang dari Allah SWT, bahwa bersama kesulitan itu ada Allah,” ungkapnya.
Pemikir yang aktif mengkampanyekan Islam cinta ini memberikan tekanan bahwa hal semacam ini yang semestinya dicari. Sebab tidak realistis mencari hidup yang bebas dari kesulitan, tetapi yang realistis adalah berharap memiliki kekuatan untuk menanggung cobaan yang kita terima serta mempunyai keyakinan bahwa cobaan itu sapaan cinta Allah.
Dengan demikian sekalipun mendapatkan sebuah kesulitan, maka akan memperoleh kebahagiaan. Sehingga dalam arti yang terakhir ini, berkah sama sekali jauh dari makna duniawi.







