Dari Kampus di Jawa Timur ini Munir Said Thalib, Aktivis HAM yang Diracun Itu Memulai Perjuangannya

Selasa, 10 September 2024 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Kampus di Jawa Timur ini Munir Said Thalib, Aktivis HAM yang Diracun Itu Memulai Perjuangannya (Sumber: ub.ac.id/ Buku Menulis Munir Merawat Ingatan)

Dari Kampus di Jawa Timur ini Munir Said Thalib, Aktivis HAM yang Diracun Itu Memulai Perjuangannya (Sumber: ub.ac.id/ Buku Menulis Munir Merawat Ingatan)

Frensia.idMunir Said Thalib, seorang aktivis hak asasi manusia yang terkenal dengan dedikasinya dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak masyarakat, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Munir Said Thalib, yang lahir pada 8 Desember 1965 di Batu, Jawa Timur, adalah seorang aktivis hak asasi manusia yang sangat berpengaruh.

Ia merupakan salah satu pendiri lembaga swadaya masyarakat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Imparsial.

Munir terkenal karena dedikasinya dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak masyarakat, terutama bagi mereka yang tertindas.

Pada tahun 2004, ia tewas terbunuh di udara dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam, yang kemudian diketahui bahwa kematiannya disebabkan oleh keracunan arsen yang disengaja.

Dalam buku “Menulis Munir, Merawat Ingatan,” hubungan Universitas Brawijaya dengan Munir terjalin melalui pengalaman awalnya sebagai mahasiswa di universitas tersebut.

Munir dikenal sebagai seorang aktivis yang mulai menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu hak asasi manusia dan keadilan sosial saat masih kuliah.

Salah satu momen penting yang disebutkan adalah ketika Munir membela para petani yang terlibat dalam sengketa lahan dengan pihak kampus yang berencana memperluas area kampus.

Baca Juga :  Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama' Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata

Munir mengkoordinasi para petani untuk berdemo demi mempertahankan hak mereka, yang akhirnya membuahkan hasil dengan membatalkan rencana perluasan lahan kampus.

Pengalaman ini menjadi titik awal bagi Munir untuk terus tumbuh sebagai pembela hak-hak kaum tertindas, termasuk buruh dan mahasiswa.

Universitas Brawijaya, sebagai tempat di mana Munir menempuh pendidikan, berperan dalam membentuk pemikiran dan idealismenya yang kemudian membawanya menjadi salah satu tokoh penting dalam gerakan hak asasi manusia di Indonesia.

Dengan demikian, Universitas Brawijaya tidak hanya menjadi latar belakang pendidikan bagi Munir, tetapi juga menjadi saksi awal dari komitmennya terhadap keadilan dan hak asasi manusia yang terus ia perjuangkan sepanjang hidupnya.

Oleh karena, di Universitas yang terletak di Malang Jawa Timur ini hari ini berdiri Gedung dengan nama Munir Said Thalib pada Fakultas Hukum, dan juga di dalamnya terdapat Museum Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib.

Baca Juga :  Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi

Museum HAM Munir di Universitas Brawijaya Malang berada di Lantai 1 Gedung B Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Ketika masuk ke gedung tersebut, pengunjung akan melihat beberapa foto Munir yang dipapang di dinding museum. Selain itu, museum ini juga dilengkapi dengan monitor audio visual yang akan membawa pengunjung menyelami kasus-kasus HAM masa lalu.

Sebagai informasi, untuk membaca lengkap tentang Munir salah satunya ialah Buku “Menulis Munir, Merawat Ingatan” disunting oleh Amalia Puri Handayani dan melibatkan berbagai penulis muda yang berkontribusi dengan tulisan-tulisan mereka.

Beberapa penulis yang terlibat dalam buku ini antara lain Jonathan Wijaya Manurung, Eunike Cahya Utaminingtyas, Dhianita Kusuma Pertiwi, Lovina, dan Khamid Istakhori, di antara lainnya. Buku ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (STHI Jentera) dan para penerima beasiswa Munir Said Thalib, serta Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK).

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba
Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata
Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia
Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh
Cerita Alexander The Great kepada Aristoteles tentang Penjelajahannya di India
Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi
Kakek Prabowo Disebut Akan Diajukan Sebagai Pahlawan Nasional, Berikut Rekam Sejarah Perannya

Baca Lainnya

Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:57 WIB

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Jumat, 28 Februari 2025 - 17:02 WIB

Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:31 WIB

Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata

Minggu, 16 Februari 2025 - 05:07 WIB

Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Minggu, 16 Februari 2025 - 04:42 WIB

Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB