Desa Glundengan Jember Terendam Banjir, 1.313 KK Terdampak

Friday, 13 February 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa.

Foto: Istimewa.

Frensia.Id- Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember terendam banjir. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa atau setinggi 120-130 cm.

Kepala BPBD Jember menyampaikan, ada tiga dusun yang terendam banjir. Yakni Dusun Tanjungsari, Dusun Sumberjo dan Dusun Krajan.

“Di Dusun Tanjungsari dan duaun Sumberjo masing-masing 300 kk terdampak, sementara di dusun Krajan 713 kk terdampak,” katanya, Jum’at (13/2/2026).

Selanjutnya, Ketua Baret Rescue Jember yang turun ke TKP, David Handoko Seto menyampaikan, bahwa ketinggian air mencapai 120-130 cm. Atau setara dengan dada orang dewasa.

“Di titik tertentu, tadi ketinggian air bisa sampai 120-130 cm. Selain masyarakat yang terdampak, kendaraan juga banyak yang terjebak (tidak bisa hidup,” ujarnya.

Baca Juga :  PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

David menambahkan, bahwa tadi sudah ada dua dapur umum yang berdiri di desa tersebut. Karena dapur masyarakat tidak lagi bisa digunakan.

“Jadi masyarakat sudah tidak bisa melakukan kegiatan memasak karena dapurnya tidak bisa di gunakan,” paparnya.

Saat ditanya mengenai penyebab banjir, David menjelaskan bahwa debit air naik karena dipicu hujan deras. Sejak Kamis siang hingga Jum’at dini hari.

Kata dia, kalau hujan deras, desa Glundengan memang sering terendam air. Namun banjir kali ini, juga dipicu oleh luapan air sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo.

Baca Juga :  BPBD Jember Salurkan 607 Ribu Liter Air Bersih Atasi Kekeringan di 7 Kecamatan

“Jam 01:00 WIB, air sudah mulai naik dan masuk ke Balai Desa. Puncaknya jam 05:00 WIB, air merendam rumah warga,” jelasnya.

“Sekitar 250 warga terdiri dari balita, lansia, kemudian orang-orang yang sedang sakit, ibu hamil ini kami evakuasi di tempat yang lebih aman,” tambahnya.

David menambahkan, kondisi air sekarang sudah mulai menyusut. Namun, air masih menggenangi pemukiman warga.

“Kondisi air sudah menyusut, hanya saja masih menggenangi pemukiman warga,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi
PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah
Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember
LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember
Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara
Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe

Baca Lainnya

Saturday, 19 September 2026 - 22:46 WIB

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

Thursday, 17 September 2026 - 22:40 WIB

Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal

Tuesday, 15 September 2026 - 23:27 WIB

GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung

Tuesday, 15 September 2026 - 20:30 WIB

LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading