Frensia.id- Diriset, Ummat Muslim yang percaya hantu ternyata mempengaruhi keimanannya. Padahal mitos tentang hantu nyaris ada dalam setiap kebudayaan masyarakat.
Riset yang menyatakan kepercayaan tentang hantu bermasalah pada keimanan ummat Muslim, diantaranya seperti disusun oleh sejumlah akademisi dari Malaysia. Mereka adalah Mohd Zohdi Amin, dan rekan-rekannya.
Riset mereka telah diterbitkan dalam Online Journal of Research in Islamic Studies (RIS). Jurnal yang terbut pada tahun 2014 silam ini fokus mengkaji mitos hantu yang dipercaya oleh masyarakat Malaysia sendiri.
Bagi mereka kepercayaan tentang adanya “hantu” di kalangan orang Melayu, sebenarnya tidak sama sekali berhubungan dengan kepercayaan agama samawi seperti Islam. Kepercayaan itu tersebut oleh mereka dianggap melekat pada tradisi animisme dan dinamisme.
Jadi secara historis, telah ada sebelum masuk atau penyebaran Hindu, Buddha, dan Islam. Dengan kata lain, kepercayaan hantu lebih awal dari pada ajaran agama.
Hantu dipercaya oleh masyarakat pada umumnya sebagai jelmaan, roh jahat yang datang untuk mencelakakan manusia. Bahkan ada yang menganggap roh terebut adalah roh manusia yang sudah mati.
Kepercayaan tentu tidak sama sekali diajarkan dalam agama Islam. Walaupun demikian keberadaannya, tidak dihilangkan malah terkesan beradaptasi dengan ajaran agama.
Setelah masyarakat memeluk Islam, kepercayaan pada hantu tetap ada. Namun bukan lagi dianggap ruh, akan tetapi setan atau iblis.
Adaptasi demikian dapat saja diperbolehkan. Tetapi kepercayaan tentang hantu adalah roh manusia yang meninggal tetap tidak hilang.
Banyak masyarakat yang masih memahami hantu sebagai ruh bangkit pasca manusia mati. Pemahaman demikian yang tampak sangat disalahkan oleh akademisi dari Malaysia di atas.
Mereka memandang anggapan tentang ruh kembali bangkit setelah mati dan menjadi hantu tidak ada dalam ajaran Islam. Walaupun di al Qur’an ada yang mengisahkan orang mati kembali hidup, namun tidak sama dengan konsepsi hantu kepercayaan masyarakat Melayu.
Dalam ajaran Islam, jiwa orang meninggal tidak bangkit dan mengurusi dunia lagi. Ia ada di alam barzakh. Mereka singgah di alam yang disebut sebagai pembatas dunia dan akhirat.
Di alam barzakh, jiwa menerima pahala atau hukuman berdasarkan perbuatan mereka selama hidup. Jika ada yang percaya hantu sebagai ruh manusia yang bangkit, berarti meniadakan keberadaan alam barzakh.