Frensia.id – Douglas Macgregor elite politik sekaligus pensiunan Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat lontarkan kritik keras pada gerakan Israel.
Hal tersebut ia sampaikan saat wawancara bersama Judge Napolitano pada 13 Mei 2024 lalu.
Macgregor menilai apa yang terjadi di Gaza hari ini tidak lagi berdasar pada semangat perjuangan idealis kaum Yahudi.
“ini adalah perang untuk supremasi Yahudi di Timur Tengah, itulah yang diinginkan oleh Netanyahu, dan itulah yang diinginkan oleh masyarakatnya. Namun hari ini tidak bersandar pada perjuangan idealis kaum Yahudi,” ungkapnya.
Baginya, alasan ideologis Amerika Serikat mendampingi Israel selama ini adalah rasa cinta kaum Yahudi terhadap rasnya sendiri.
“Petama-tama, Israel mengusir orang Arab Muslim dan Kristen dengan tujuan untuk mendirikan negara Yahudi murni, dan kemudia mereka akan melawan Hizbullah yang dianggap mengahadirkan bahaya nyata bagi Israel, itulah yang kami bicarakan, itulah yang mereka bicarakan, dan itulah yang didukung oleh para senator lainnya,” kata Macgregor.
Namun hari ini ia menilai itu tidak lagi terjadi. Perjuangan Israel hari ini hanya berhubungan dengan keuntungan.
“Sekarang mengapa mereka melakukan hal itu? apakah karena mereka punya rasa cinta yang mendalam terhadap Israel? Saya kira tidak demikian. Saya pikir ini ada hubungannya dengan uang,” tuturnya.
Macgregor juga menjelaskan bahwa banyak lembaga think tank (Non Govermental Organization) hari ini di Washintogn DC yang sumber dananya tidak dipublikasi.
“Jika Anda mengunjungi berbagai lembaga think tank di Washington DC, lihat saja siapa saja donornya. Dari mana uang itu berasal?” jelasnya.
Akhir wawancara Macgregor menyampaikan bahwa kondisi negaranya dan Israel hari ini terbatasi. Bahkan dengan kondisi para senator yang semakin tidak mempedulikan masalah ini.
“Saya rasa para senator tidak peduli dengan semua itu. Saya pikir mereka sangat khawatir tentang kemana uang itu disalurkan. Saya benci berterus terang tentang hal itu, saya tahu ini sinis, tapi itulah pandangan saya. Ada lebih dari seratus empat puluh negara yang meninggalakn Israel secara implisit, serta menjauh dari kami. Kami dan Israel semakin terisolasi di dunia.