Frensia.id- Pada langit malam Yogyakarta, sebuah duka mendalam menyelimuti. Di balik gemerlapnya kota seni yang terkenal itu, ada kabar menggetarkan hati. banyak. Kabar kepergian seorang penyair besar, Joko Pinurbo, benar-benar jadi duka cita dunia puisi.
Jokpin panggilan akrabnya, seorang penyair yang tenar dengan kelezatan rankaian sastranya, telah meninggalkan dunia ini pada Sabtu dini hari tadi,27/04/2024. Penyakit yang merangkak perlahan sejak pertengahan tahun sebelumnya akhirnya merampasnya dari dunia puisi Nusantara.
Namun, kepergiannya bukanlah akhir dari kisahnya, melainkan awal dari kesedihan yang mendalam bagi semua yang mengenalnya.
Sesak udara senja terasa semakin berat di Rumah Sakit Panti Rapih, tempat Jokpin menjalani pertempurannya yang terakhir. Dikisahkan, meskipun tubuhnya rapuh dan lemah oleh penyakit, kekuatan kata-katanya sempat dan selalu memancar dari setiap senyum lembutnya.
Akhirnya, kabar duka menyebar cepat seperti angin malam, membawa air mata dan doa-doa bagi yang telah pergi. Butet Kartaredjasa, seorang seniman terkenal karib dekatnya, menuliskan serangkaian kata-kata singkat pada halaman media sosial pribadinya di sabtu pagi 27/04/2024, Facebook.
Ia mencoba merangkai perasaan yang sulit untuk diungkapkan dalam sebuah status
“Sumangga Gusti (Jokpin)“. Ungkapan dukanya yang sederhana namun penuh makna.
Namun, tidak hanya Butet yang merasakan kehilangan yang mendalam. Di dunia maya, warganet meramaikan ucapan belasungkawa. Seolah mengalir tanpa henti.
Setiap kata yang dilontarkan, setiap doa yang diucapkan, adalah sebanarnya adalah sebuah penghargaan bagi warisan yang ditinggalkan oleh Jokpin.
Seiring dengan unggahan Butet, rekan seniman lainnya, Sanjaya Kus Indarto, juga membagikan ungkapan duka cita yang mendalam,
“Selamat jalan, Mas Joko Pinurbo (Jokpin), penyair. Nama dan karyamu abadi“, Sebuah baris singkat yang menggambarkan kehilangan yang dirasakan oleh dunia seni Indonesia.
Malam itu, langit Yogyakarta terlihat lebih gelap dari biasanya, seolah-olah sedang berduka atas kehilangan seorang putra terbaiknya.
Namun, di balik awan-awan yang kelam, bintang-bintang bersinar dengan gemilangnya, mengingatkan akan keabadian karya dan jiwa Jokpin yang akan terus menginspirasi dan memberi cahaya, utama dunia seni dan kebudayaan sastra Indonesia.