Frensia.id – Faizal Assegaf kritikus politik nasional ini kembali intrik Jokowi dan Megawati dalam cuitan media X.
Dilansir dari akun pribadi @faizalassegaf, ia menuliskan kritik sekaligus intrijnya bertajuk “Intrik Mega & Jokowi, Teater Tipu-menitpu…” tulis Faizal pada 14 April 2024.
Sosok mantan aktivis mahasiwa di era reformasi ini, memang sampai hari ini tetap konsisten melayangkan kritik pedasnya pada rezim pemerintahan.
“Panas-dingin hubungan Megawati dan Jokowi hanya beda bau dalam esensi kotoran. Sama-sama berperan merusak tatanan bernegara dengan sajian aneka sandiwara,” tulis Faizal.
Baginya, Jokowi dan Megawati telah berkongsi selama sepuluh tahun lebih untuk mengorkestrasi tatanan negara. Keduanya selalu terlibat permufakatan yang tak berkesudahan.
Bahkan Faizal sempat mengutip perkataan Habib Rizieq untuk mengkritik keduanya.
“Meminjam sindiran keras Habib Rizieq, kedua politis terssebut ibarat dua ekor buaya yang saling berganti memangsa. Rakyat menjadi korban dari setiap kebijakan yang mereka buat. Di permukaan seolah ribut, tapi di belakang mereka mesra,” tulis Faizal pada cuitannya.
Kritikus politik ini juga menganggap bahwa PDIP tidak lebih dari sekedar panggung lawak politik.
“Ihwal itu memposisikan PDIP tak ubahnya panggung lawakan politik. Buas, bengis dan koruptif diperankan. Ini bukan lagi partai, tapi seolah bakul sampah yang isinya hanya mendaur ulang satu adegan ke cerita usang berikutnya” tulis Faizal.
Baginya rakyat jelas semakin kesal. Partai yang idealnya menjadi medium pengabdian rakyat justru menjadi tempat untuk berebut kekuasaan.
Faizal menilai bahwa rakyat semakin cerdas dan memahami maksud dari pertengkaran Jokowi dan Megawati.
“Dan kini PDIP dan Megawati pura-pura berantam. Alur dari cerita gombal tersebut demi memastikan Puan Maharani melenggang mulus jadi Ketua DPR dua periode. Selanjutnya Jokowi didorang untuk memimpin Golkar. Teater tipu-menipu dua dinasti politik….!” tutup Faizal pada postingannya. (*)