Frensia.id – Kehidupan modern yang serba cepat, membuat tidak sedikit manusia kian terlena mengejar keberhasilan duniawi. Materi, karier dan status sosial sering kali dianggapnya sebagai jalan hidup bahagia. Sayangnya, tidak sedikit pula yang justru merasa gelisah dan tidak menemukan kedamaian sesungguhnya ditengah pencapaian semuanya.
Di sinilah letak kekeliruan umum, banyak yang mengira kebahagiaan dapat diraih melalui hal-hal materi. Kenyataannya, ketenangan yang sejati bisa jumpai dengan aspek spiritual, seperti ungkapkan Gus Baha, yakni sholat.
Ibadah rukun Islam kedua ini bukan sekadar ibadah rutinitas, melainkan bisa dibilang basic structure yang menentukan baik buruknya nasib seseorang. Mungkin saja, kehidupan modern yang ukurannya serba materi, kekuatan sholat diremehkan, padahal ia bisa menjadi penentu kualitas hidup.
Problemya, meskipun sholat sebagai basic structure kehidupan manusia, sholat masih dimaknai kewajiban ac-sich, tak lebih sebatas rutinitas yang diselesaikan secepat kilat tanpa dibarengi pemahaman mendalam. Dikerjakan tanpa kesungguhan, kesempatan untuk menjalin ‘komunikasi’ dengan Allah menjadi sirna.
Akibatnya, sholat terkesan tidak memberikan efek dan belum bisa menjadi pondasi hidup dalam memberikan kedamaian dan perbaikan nasib seseorang. Hal ini menjadi problem, sholat tak lagi diyakini sebagai basic structure dari kehidupan manusia.
Gus Baha secara terang-terangan menyatakan: “Nasibmu ada pada sholat mu. Jika sholat mu tak dijaga, maka duniamu akan gelisah, akhiratmu juga susah. Jika sholat mu dijaga, duniamu tenang, akhiratmu juga aman.” Gus Baha
Dari perspektif Islam, sholat diposisikan sebagai pondasi atau tiang agama. Ketentuan ini seperti terekam dalam Q.S Al-Ankabut: 45 “sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”. Menunjukkan bahwa sholat tidak hanya ibadah wajib, melainkan juga dapat membentuk karakter dan arah hidup seseorang.
Sholat yang dilakukan dengan banar, dapat membimbing manusia agar hidupnya semakin memiliki makna, serta mendapat ridha Allah, di dunia dan alam akhirat. Ungkapan Gus Baha nasibmu ada pada sholat mu, dapat dimaknai terletak pada kualitas sholat itu sendiri.
Sholat berkualitas inilah dapat membawa ketenangan batin dan mengarahkan tindakan manusia. Sholat mencegah manusia dari perbuatan buruk seperti yang ditekankan dalam al-Qur’an, menunjukkan bahwa sholat adalah pilar dasar yang dapat menentukan nasib manusia di dunia dan akhirat.
Hendaknya, agar sholat menjadi basic structure dalam menentukan nasib seseorang, saat melakukan ibadah sholat lakukan dengan khusyuk, bukan sekedar mengugurkan kewajiban. Idealnya, sholat diposisikan sebagai momen refleksi diri yang mendalam dan kesempatan untuk mengadu kepada Allah, memohon petunjuk dan kekuatan dalam menjalani hidup.