Frensia.id – Pilkada serentak 2024 yang akan berlangsung 27 November tinggal beberapa hari lagi. Riuh kontestasinya juga semakin menegangkan, bahkan sebagian daerah sampai meregang nyawa, seperti yang baru-baru ini terjadi, di sampang Madura.
Dalam situasi ini, penting untuk merenungkan kembali hakikat demokrasi. Semestinya demokrasi menjadi ruang yang menyejukkan, bukan perhelatan yang memperuncing perbedaan pilihan.
KH. Mustofa Bisri, Mustasyar PBNU yang akrab disapa Gus Mus menyampaikan pesan yang penuh makna untuk direnungi bersama menjelang hari H pilkada. Ajakan pilkada damai Gus Mus dibagikan melalui akun instagram NU Cretive Media.
“Mari kita awasi pilkada ini. Terutama mengawasi diri kita sendiri agar Pilkada ini sukses, dengan cara menjaga tetap kerukunan antar kita, memilih sesuai dengan nurani kita masing-masing, dengan menghargai pilihannya saudara-saudara kita yang lain. Pesan Gus Mus seperti tertulis di media ig NUCV.
Gus Mus mengajak untuk tidak sekedar mengawasi jalannya Pilkada, namun juga mengawasi diri sendiri. “Mari kita awasi pilkada. Terutama mengawasi diri kita sendiri agar pilkada ini sukses”. Pesan ini memuat ajakan yang amat dalam, menempatkan pesta demokrasi sebagai ajang memperkokoh kerukunan dan sikap saling menghormati.
Kyai kharismatik kelahiran rembang ini menegaskan bahwa setiap individu harus memilih berdasarkan nurani yang jujur, tanpa dipengaruhi tekanan atau tergiur rayuan diluar kehendak politiknya. Lebih dari itu, menghargai pilihan orang lain yang berbeda adalah bagian tak terpisahkan dari esensi demokrasi.
Pesan Gus Mus tak hanya menyoroti soal pentingnya menjaga kerukunan dan menghargai setiap pilihan yang berbeda. Ia turut mengucapkan selamat kepada para pemilih yang akan menggunakan hak politiknya
“Selamat menggunakan hak Anda sekalian untuk memilih” ungkapnya dengan penuh doa, disertai menyisipkan harapan agar pilihan masyarakat sefrekuensi dengan kehendak Allah swt. “Mudah-mudahan yang kita pilih adalah yang dipilih oleh Allah swt.” Pungkasnya
Menjelang hari pemilihan pilkada yang kerap memanas, pesan Gus Mus hadir sebagai refleksi, renungan dan penyejuk. Mengingatkan agar semua pihak mengutamakan persatuan, kerukunan, tidak mempersoalkan perbedaan pilihan, menjaga harmoni, walaupun pilihan politik tidak sama.
Pesan Gus Mus menyadarkan bahwa pilkada tidak hanya soal memilih pimpinan, namun ada yang lebih penting, menjaga martabat kemanusiaan. Dari itu, masyarakat dan semua pihak seyogianya menyambut hari pemungutan suara pilkada ini dengan hati yang damai.
Petuah politik Gus Mus ini selayaknya menjadi kompas moral demokrasi, bahwa tidak ada pesta demokrasi yang mengadaiakan kerukunan antara anak bangsa.