Gus Mus dan Pesan Damai Pilkada

Selasa, 19 November 2024 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Pilkada serentak 2024 yang akan berlangsung 27 November tinggal beberapa hari lagi. Riuh kontestasinya juga semakin menegangkan, bahkan sebagian daerah sampai meregang nyawa, seperti yang baru-baru ini terjadi, di sampang Madura.

Dalam situasi ini, penting untuk merenungkan kembali hakikat demokrasi. Semestinya demokrasi menjadi ruang yang menyejukkan, bukan perhelatan yang memperuncing perbedaan pilihan.

KH. Mustofa Bisri, Mustasyar PBNU yang akrab disapa Gus Mus menyampaikan pesan yang penuh makna untuk direnungi bersama menjelang hari H pilkada. Ajakan pilkada damai Gus Mus dibagikan melalui akun instagram NU Cretive Media.

“Mari kita awasi pilkada ini. Terutama mengawasi diri kita sendiri agar Pilkada ini sukses, dengan cara menjaga tetap kerukunan antar kita, memilih sesuai dengan nurani kita masing-masing, dengan menghargai pilihannya saudara-saudara kita yang lain. Pesan Gus Mus seperti tertulis di media ig NUCV.

Baca Juga :  Nisfu Sya'ban: Hidup Bahagia, Mati Dalam Pelukan Tuhan

Gus Mus mengajak untuk tidak sekedar mengawasi jalannya Pilkada, namun juga mengawasi diri sendiri. “Mari kita awasi pilkada. Terutama mengawasi diri kita sendiri agar pilkada ini sukses”. Pesan ini memuat ajakan yang amat dalam, menempatkan pesta demokrasi sebagai ajang memperkokoh kerukunan dan sikap saling menghormati.

Kyai kharismatik kelahiran rembang ini menegaskan bahwa setiap individu harus memilih berdasarkan nurani yang jujur, tanpa dipengaruhi tekanan atau tergiur rayuan diluar kehendak politiknya. Lebih dari itu, menghargai pilihan orang lain yang berbeda adalah bagian tak terpisahkan dari esensi demokrasi.

Pesan Gus Mus tak hanya menyoroti soal pentingnya menjaga kerukunan dan menghargai setiap pilihan yang berbeda. Ia turut mengucapkan selamat kepada para pemilih yang akan menggunakan hak politiknya

“Selamat menggunakan hak Anda sekalian untuk memilih” ungkapnya dengan penuh doa, disertai menyisipkan harapan agar pilihan masyarakat sefrekuensi dengan kehendak Allah swt. “Mudah-mudahan yang kita pilih adalah yang dipilih oleh Allah swt.” Pungkasnya

Baca Juga :  Gus Aab, Ungkap Tiga Tipologi Pengurus NU yang Harus Diopeni

Menjelang hari pemilihan pilkada yang kerap memanas, pesan Gus Mus hadir sebagai refleksi, renungan dan penyejuk. Mengingatkan agar semua pihak mengutamakan persatuan, kerukunan, tidak mempersoalkan perbedaan pilihan, menjaga harmoni, walaupun pilihan politik tidak sama.

Pesan Gus Mus menyadarkan bahwa pilkada tidak hanya soal memilih pimpinan, namun ada yang lebih penting, menjaga martabat kemanusiaan. Dari itu, masyarakat dan semua pihak seyogianya menyambut hari pemungutan suara pilkada ini dengan hati yang damai.

Petuah politik Gus Mus ini selayaknya menjadi kompas moral demokrasi, bahwa tidak ada pesta demokrasi yang mengadaiakan kerukunan antara anak bangsa.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan
Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan
Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan
Bikin Haru, Jawaban Nyai Sinta Ketika Ditanya Tentang Kebiasaan Buka Puasa Gus Dur
Viral Pedagang Bakso Jember Diringkus Polisi Diduga Gelapkan Uang Arisan 3 M, Begini Kronologinya

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:26 WIB

Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:52 WIB

Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:41 WIB

Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB