Hakekat Hari Raya Idul Fitri

Wednesday, 10 April 2024 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Idul fitri menjadi kulminasi penantian seorang muslim pasca melakukan puasa ramadhan sebulan lamanya. Setiap sesuatu pasti ada limitasi akhir, begitu pula dengan ramadhan juga akan berakhir.

Mau tidak mau ramadhan akan berakhir yang tidak bisa berakhir adalah kebiasaan-kebiasaan baik yang senantiasa dilakukan pada bulan ramadhan. Kebiasaan melatih sabar, jujur, konsisten dan sebagainya bisa — dan memang harus dilanjutkan– pasca ramadhan.

Pasca ramadhan umat Islam bergembira dengan datangnya idul fitri. Umat Islam bersuka cita merayakan hari kemenangan ini dengan cara mereka masing-masing yang bervariatif. Namun yang jelas idul fitri tidak boleh menjadi moment terputusnya kebiasaan baik yang biasa dilakukan di bulan ramadhan.

Disinilah penting memahami makna hakiki idul fitri itu sendiri. Sebuah pemaknaan yang tidak hanya euforia semata, tidak hanya hari yang penuh dengan aneka konsumsi makan yang enak, tidak hanya moment mengenakan pakaian apik atau berkumpulnya dengan orang-orang atau keluarga tercinta.

Baca Juga :  Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

Idul fitri harus dimaknai lebih dari itu sebab pemaknaan ini sangat penting dan berpengaruh terhadap perilaku keseharian kita. Para ulama sudah sejak lama menekankan hal ini, menekankan idul fitri harus dimaknai sebagai hari yang senantiasa bertambah ketakwaannya.

Sebagaimana yang dingkapkan Syekh Sulaiman al-Bujairami dalam Hasiyah al-Bujairami al khatib bahwa Allah telah menjadikan tiga hari raya du dunia untuk orang-orang yang beriman yaitu hari raya jum’at, hari raya idul fitri, dan idul adha.

Semua itu diklasifikasikan atau dianggap hari raya setelah sempurnanya ibadah dan ketaatannya. Idul fitri bukanlah mereka yang hanya memakai pakaian baru. Namun mereka yang senantiasa bertambah ketaatannya serta diampuni dosa-dosanya.

Sejalan itu Syek Abdul Qadir al-Jailani dalam al-Ghuniyah li Thalibi Tariqi Haq Azza wa Jalla menguraikan idul fitri bukalah mengenakan pakaian bagus, mengkonsumsi makanan enak, memeluk orang-orang tercinta.

Baca Juga :  Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember

Namun idul fitri adalah kemunculan tanda penerimaan amal ibadah, pengampunan dosa dan kesalahan, kabar baik atas kenaikan derajat di sisi Allah.

Syekh Sulaiman al-Bujairami atau Syek Abdul Qadir al-Jailani tidak menegasikan atau menolak pemaknaan idul fitri pada aspek lahiriyah-material semata. Namun pemaknaan hanya lahiriyah-material ini akan justru semakin jauh dengan esensi hakiki idul fitri.

Diriwayatkan Sayyidina Ali ra pada hari raya idul fitri memakan roti itupun roti kualitas rendah. Hal itu tentu membuat seroang sahabat terkejut kenapa Sayyidina Ali ra hanya memakan roti seperti itu?

Sungguh dahsyat jawaban Sayyidina Ali ra “Bagiku, hari ini hari raya idul fitri, begitu juga esok hari. Setiap hari aku tidak bermaksiat kepada Allah, dan itu artinya setiap hari adalah hari raya idul fitri bagiku.”

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat
Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember
Di Momen Hari Santri Nasional, Brulantara Grup Gerakkan Santri Bangun Kemandirian Laut
Santri Jember Geruduk Transmart, Tuntut Trans7 Minta Maaf 7 Hari Berturut-turut di Medianya Sendiri

Baca Lainnya

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Saturday, 21 February 2026 - 17:00 WIB

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tuesday, 17 February 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Sunday, 1 February 2026 - 18:05 WIB

Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

TERBARU

Mekkah Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Sumber: Pixabay)

Religia

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Thursday, 26 Feb 2026 - 23:19 WIB