Hampir Mati dalam Banyak Peristiwa Perang Dunia, Penulis Amerika Ernest Hemingway Lebih Memilih Menembak Kepalanya

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 00:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ernest hemingway menulis (Ilustrasi/prase)

foto ernest hemingway menulis (Ilustrasi/prase)

Frensia.id- Menggunakan senapan yang ia beli di Abercrombie and Fitch, sastrawan besar Amerika, Ernest Hemingway mengakhiri hidupnya dengan cara menembak kepalanya sendiri pada 2 Juli 1961.

Hemingway mengawali karir kepenulisannya pada usianya yang ke 17 dengan menjadi seorang reporter. Hanya bertahan beberapa bulan, selain karena mendapat pertentangan dari sang ayah, ia membuat keputusan sendiri untuk bergabung menjadi anggota angkatan darat Amerika Serikat.

Sepertnya takdir belum saja menyetujui kehendaknya. Ia dianggap tidak memenuhi syarat karena gagal dalam ujian kesehatan mata. Akhirnya ia bergabung dengan Korps Ambulans Palang Merah dan berangkat ke Italia.

Sekalipun hanya bertugas pada wilayah medis, tekat kerasnya mengantarkan dirinya untuk maju di front paling depan dan cukup berbahaya.

Begitu pula pada momen perang dunia kedua, lagi-lagi Hemingway berusaha ikut dalam perang. Ia mendapatkan tugas untuk menenggelamkan kapal-kapal perang selam Jerman yang mengancam pelayaran di lepas pantai Kuba dan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia

Perang yang ia lakukan merupakan wujud lain dari keberaniannya untuk mempertaruhkan dirinya di hadapan maut. Beberapa kali peristiwa hampir merenggut nyawanya, diantaranya pada saat perang dunia pertama Hemingway mendapat tugas untuk mengemudikan Ambulan, hampir saja tersambar peluru Meriam Austria.

Ia juga pernah berhadapan dengan Hiu di tengah laut, saat hendak melepaskan tembakan bukan sasaran yang kena, melainkan pahanya sendiri justru yang tertembak.

Pernah juga sampai dua kali menjadi korban pesawat jatuh. Semua kejadian yang membuka peluang kepada dirinya untuk tewas ternyata gagal.

Sampai akhirnya yang menjadi alasan kematiannya cukup tragis dan memilukan. Sebagai seorang mantan serdadu ataupun dalam kapasitas terendah bisa dibilang simpatisan perang, ia harus mati dalam keadaan putus harapan akan hidup, sehingga mengambil cara yang kurang terhormat.

Menurut beberapa catatan, cara yang digunakan untuk mengakhiri hidup yaitu dengan bunuh diri bukan hasil dari keputusan pribadi yang berdasarkan tekanan sosial semata. Melainkan juga ada faktor gen, hal tersebut didukung dengan adanya data bahwa beberapa anggota keluarganya juga melakukan hal yang sama.

Baca Juga :  AMRM Tuntut Perbaikan Layanan Mudik di Pelabuhan Jangkar

Dua orang saudaranya, termasuk pula ayahnya dan terakhir adalah cucunya yang sama-sama mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Ada yang menyebut jika hal tersebut dikarenakan adanya faktor genetik, yaitu penyakit turunan yang dikenal dengan  hemokromatosis. Adanya konsentrasi zat besi berlebih pada darah yang menyebabkan kerusakan pada pankreas dan ketidakstabilan dalam cerebrum yang juga menyebabkan depresi.

Hal itulah yang menyebabkan penulis besar Amerika dengan pengaruhnya yang kuat terhadap para penulis generasi sesudahnya mengambil jalan pintas dan sama sekali tidak mencerminkan kalau dia adalah mantan veteran perang dunia pertama dan kedua.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo
Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila
The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri
Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia
AMRM Tuntut Perbaikan Layanan Mudik di Pelabuhan Jangkar
Jobin, Novel Terbaru Pidi Baiq di Awal Tahun 2025
Ekspedisi Alexander yang Agung, Berjumpa dengan Manusia-Kuda
“Menulis Kreatif dan Berpikir Filosofis”, Buku Panduan Bagi Penulis Pemula

Baca Lainnya

Rabu, 2 April 2025 - 16:15 WIB

Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo

Selasa, 1 April 2025 - 23:23 WIB

Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila

Senin, 31 Maret 2025 - 19:20 WIB

The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri

Senin, 17 Maret 2025 - 22:14 WIB

Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia

Senin, 17 Maret 2025 - 15:13 WIB

AMRM Tuntut Perbaikan Layanan Mudik di Pelabuhan Jangkar

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB