Frensia.Id– Imlek adalah tahun baru Cina. Biasanya juga dikenal sebagai salah satu perayaan terbesar dan paling penting dalam budaya Tionghoa. Menurut legenda, perayaan imlek dimulai dari tradisi membersihkan rumah dan memasang lentera merah guna memperingati upaya mengusir monster Nian yang konon memangsa manusia setiap tahun.
Apa Itu Nian?
Nian merupakan makhluk buas yang datang pada malam tahun baru untuk memangsa manusia dan hewan. Untuk mengusirnya, penduduk desa menggunakan warna merah, menyalakan kembang api dan menaruh makanan di luar rumah mereka.
Semenjak saat itu, perayaan Imlek menjadi momen untuk mengusir keburukan dan menyambut kebahagiaan yang baru. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi perayaan tahun baru yang diselenggarakan setiap tahun.
Sejarah Imlek di Indonesia
Sejarah Imlek di Indonesia bermula pada abad ke-15 ketika para pedagang Cina mulai merantau dan membawa budaya Imlek ke Nusantara. Tahun baru Imlek diperingati berdasarkan penanggalan lunar yang jatuh pada bulan Januari atau Februari.
Di Indonesia perayaan Imlek sudah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa. Masyarakat Tionghoa di Indonesia merayakan Imlek dengan melakukan berbagai macam kegiatan, seperti memberikan angpao (amplop merah berisi uang), memasang lampion, memasak makanan khas seperti lumpia dan mie, bahkan ada yang merayakannya dengan barongsai dan liong.
Kini, Imlek telah menjadi salah satu perayaan nasional yang meriah dan disambut dengan penuh sukacita oleh masyarakat Indonesia, tidak hanya oleh masyarakat Tionghoa. Perayaan Imlek di Indonesia juga menjadi ajang promosi budaya Tionghoa yang kaya dan berwarna. Semakin banyak masyarakat Indonesia yang ikut merayakan Imlek sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.