Frensia.id – Acara Haul Akbar KH. Achmad Mohammad Nawawi ke 21 dan Almarhumah Hj. Siti Khodijah ke – 11, ramai dihadiri ribuan jemaah.
Adapun jemaah yang hadir meliputi para ulama, tokoh masyarakat, instansi pemerintah, para alumni santri, dan masyarakat umum, yang ditempatkan di halaman Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Hidayatus Salafiyah, Desa Pramian, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, pada Minggu (24/5/2026) kemarin hari.
Haul tersebut juga mengenang 49 tahun atas wafatnya KH. Hambali, yang merupakan adik kandung dari KH. Achmad Mohammad Nawawi.
Pantauan di lokasi acara, jemaah mulai memadati area Madrasah dan Maqbarah Masyayikh Pramian sejak pagi hari, dan disambut dengan seni Hadrah alumni Ponpes Hidayatus Salafiyah dari Malang.
Panitia Haul sekaligus Dewan Keluarga Masyayikh Ponpes Hidayatus Salafiyah, KH. Faqih Anis Fuadi mengatakan, acara haul ini dilaksanakan untuk mengenang perjuangan KH Nawawi, sebagai pendiri pesantren yang alim dan sosok guru yang telah memberikan banyak manfaat bagi umat.
“Esensi dilaksanakannya acara haul ini littiba’i wal mahabbah, merupakan bentuk kita mengikuti dan mencintai KH. Achmad Mohammad Nawawi, sebagai sosok tokoh yang istiqamah dalam mendidik umat,” kata tokoh yang sering disapa Gus Faqih ini.
Jemaah yang datang tidak hanya dari wilayah Kecamatan Sreseh, namun juga dari berbagai daerah di Madura.
Selain itu, jemaah juga ada yang dari luar Madura, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jakarta, dari Bali, bahkan dari luar Pulau Jawa.
Sementara itu, KH. Zarkazi Mustofa, Pengasuh PP. Taman Baru, Kedungdung, Sampang, saat ceramah menyampaikan bahwa pendidikan anak dan mengajarkan keimanan kepada mereka, merupakan pengajaran yang sangat penting di zaman sekarang.
Kajian berlangsung hampir dua jam membuat para jemaah betah dan khusyuk menyimak pemaparan ceramah yang sangat bernash.
Mengenai sosok KH. Achmad Mohammad Nawawi, dia berpesan untuk para santri dan jemaah, agar tidak bosan menuntut ilmu.
Selain itu, jemaah yang hadir juga bisa mengambil teladannya, karena telah menjadi syaikh yang dicintai dan dibanggakan umat.






