Frensia.Id– Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember pada Kamis (12/12/2024) menyebabkan genangan banjir. Ketinggian banjir nyaris seperut orang dewasa.
Hujan deras mengguyur kota Jember sejak pukul 12.00 WIB. Hal itu menyebabkan genangan banjir di beberapa ruas jalan.
Ketua Baret Rescue NasDem, David Handoko Seto menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk memantau beberapa titik rawan banjir.
Setidaknya, terdapat delapan petugas yang diterjunkan untuk melakukan mitigasi banjir di pusat Kabupaten Jember dengan berbekal perlengkapan yang membantu menyedot banjir.
“Ada delapan orang yang kami sebar ke spot-spot terjadinya banjir, mereka kami bekali dengan alat penyedot, pelampung, serta perahu karet bila dibutuhkan,” ujar David Handoko Seto pada Kamis (12/12/24).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa David itu menjelaskan bahwa, terdapat lebih dari enam titik lokasi di wilayah pusat Jember yang direndam genangan banjir.
Sebut saja, sepanjang Jalan Mastrip hingga Jalan Jawa yang terletak di sekitar kampus Universitas Jember (Unej), wilayah Kepatihan, Pasar Condro, Geladak Kembar, dan beberapa titik sepanjang aliran Sungai Jompo.
“Ketinggian air banjir yang menggenang ada yang mencapai setengah meter hingga setinggi perut orang dewasa,” kata David Handoko Seto.
Politisi dari Partai NasDem itu mengaku telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dengan melayangkan informasi darurat. David meminta, jika diperlukan untuk mengerahkan seluruh relawan tanggap bencana untuk bersiap siaga.
Hingga saat ini, relawan yang diterjunkan belum berani melakukan tindakan, sebab hujan deras masih mengguyur. “Kami masih melakukan assesment dan belum bisa melakukan tindakan karena hujan masih berlangsung,” jelasnya.
Dirinya mengungkap, terjadinya genangan banjir disebabkan curah hujan yang tinggi, sehingga aliran air seperti selokan yang terdapat di tepi jalan tidak bisa menampung debit air.
“Ditambah saluran-saluran air ada yang buntu di dalam kota, seperti di Jalan Jawa itu ada drainase, tetapi tidak berfungsi dengan baik dan di dalamnya banyak sampah yang menumpuk,” ucapnya.
David berharap, agar warga tetap waspada dan melakukan upaya-pupaya mandiri untuk terhindar dari banjir, khususnya upaya menghalau air masuk ke dalam rumah.
“Kami sampaikan agar warga tetap waspada, karena dengan intensitas hujan lebat akan membawa air masuk yang mampu membawa perabotan di dalam rumah,” pungkasnya.