Ingin Bayi Tidur Pulas? Ternyata Bisa Dengan Pijat Tradisional

Jumat, 21 Juni 2024 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ingin Bayi Tidur Pulas? Ternyata Bisa Dengan Pijat Tradisional (Gambar Tisya Rayah Rumi/Istimewa)

Gambar Ingin Bayi Tidur Pulas? Ternyata Bisa Dengan Pijat Tradisional (Gambar Tisya Rayah Rumi/Istimewa)

Frensia.id- Biasanya bayi susah tidur pulas. Para ibu pasti sedih melihatnya. Ternyata solusinya mudah, bisa dengan pijat tradisional. 

Tidak mengherankan, di jaman modern, dukun atau ahli pijat bayi masih laku keras. Ternyata memang fungsinya telah diriset.

Salah satu yang fokus mengkaji dampak pijat tradisional untuk tidur pulas bayi adalah Darah Ifalahma dan Anik Sulistiyanti.

Hasilnya telah disusun dalam bentuk jurnal. Bahkan telah diterbitkan pada tahun 2016 lalu di Infokes.

Bagi kedua akademisi ini, kualitas tidur yang baik sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Banyak ibu sering menghadapi tantangan ketika bayinya sulit tidur.

Salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan durasi tidur bayi adalah dengan memberikan pijat bayi. Pijatan ini dapat merangsang pelepasan hormon endorfin, yang membantu mengurangi rasa sakit, menenangkan bayi, dan mengurangi frekuensi tangisan.

Untuk membuktikannya, keduanya kemudian melalukan riset di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi efektivitas pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi. 

Baca Juga :  Hati-hati! Terlalu Banyak Olahraga Juga Mengurangi Kualitas Sperma

Prosesnya dilakukan dengan metode desain Quasi Eksperimental. Terapi pijat bayi dianggap sebagai variabel independen, yang berarti hal ini merupakan faktor yang diuji pengaruhnya.

Sedangkan kualitas tidur bayi adalah variabel dependen. Artinya, yang berarti ini adalah hasil yang diukur.

Penelitian ini melibatkan sampel bayi yang berusia antara 3 hingga 6 bulan. Untuk mengumpulkan data, digunakan kuesioner terbuka yang memungkinkan orang tua atau pengasuh memberikan informasi rinci tentang kualitas tidur bayi mereka sebelum dan setelah menerima pijat bayi.

Proses analisis data dilakukan dalam dua tahap. Pertama, dilakukan Uji Normalitas untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan memiliki distribusi yang normal, yang merupakan syarat penting dalam banyak jenis analisis statistik. Kedua, dilakukan Uji Pengaruh dengan menggunakan metode anava dua arah (two-way ANOVA).

Metode demikian digunakan untuk menentukan apakah ada pengaruh signifikan dari terapi pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi. Tentu juga tak lupa, keduanya fokus pada faktor-faktor lain yang mungkin berinteraksi dengan terapi tersebut.

Baca Juga :  Marak Pasien Kesulitan Berobat Gratis di Jember, Wabup Djoko Susanto: Bagaimanapun Keadaannya, Tugas Pemerintah Daerah Adalah Memperhatikan Kesejahteraan Masyarakat

Setelah diteliti, ternyata ada pengaruh signifikan antara durasi waktu pijat dan kualitas tidur bayi di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi waktu pijat memiliki p-value sebesar 0,041.

Jadi lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa durasi pijat berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur bayi.

Selain itu, frekuensi pijat ternyata juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas tidur bayi. Dengan p-value sebesar 0,005, yang juga lebih kecil dari 0,05.

Hasil demikian mengindikasikan bahwa seberapa sering bayi dipijat mempengaruhi kualitas tidurnya secara signifikan.

Bahkan lebih dari, kedua akademisi juga menemukan adanya interaksi yang signifikan antara durasi waktu pijat dan frekuensi pijat terhadap kualitas tidur bayi.

P-value interaksinya adalah 0,001, yang jauh lebih kecil dari 0,05. Jadi hal demikian menunjukkan bahwa kombinasi antara durasi dan frekuensi pijat memiliki dampak yang berarti terhadap kualitas tidur bayi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Marak Pasien Kesulitan Berobat Gratis di Jember, Wabup Djoko Susanto: Bagaimanapun Keadaannya, Tugas Pemerintah Daerah Adalah Memperhatikan Kesejahteraan Masyarakat
Hati-hati! Terlalu Banyak Olahraga Juga Mengurangi Kualitas Sperma
Kesempatan Emas di BGN 2025: Jadi Kepala SPPG, Begini Syarat dan Prosesnya!
Perjuangkan Nasib Masyarakat Miskin, Warga Jember Demo Dinas Kesehatan
JPK Berakhir! Program Layanan Kesehatan Gratis Tergabung Dalam JKN, Begini Kata Ketua Komisi D DPRD Jember
Tangan dan Kaki Menghitam, Begini Keadaan Septia Kurnia Rini Sekarang
Pekerja Migran Indonesia Asal Jember Dipulangkan karena Sakit, Begini Kisahnya
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jenguk Pekerja Migran Indonesia Asal Jember yang Dipulangkan karena Sakit, Begini Katanya

Baca Lainnya

Senin, 17 Maret 2025 - 07:00 WIB

Marak Pasien Kesulitan Berobat Gratis di Jember, Wabup Djoko Susanto: Bagaimanapun Keadaannya, Tugas Pemerintah Daerah Adalah Memperhatikan Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 9 Februari 2025 - 04:00 WIB

Hati-hati! Terlalu Banyak Olahraga Juga Mengurangi Kualitas Sperma

Rabu, 15 Januari 2025 - 07:54 WIB

Kesempatan Emas di BGN 2025: Jadi Kepala SPPG, Begini Syarat dan Prosesnya!

Kamis, 9 Januari 2025 - 16:26 WIB

Perjuangkan Nasib Masyarakat Miskin, Warga Jember Demo Dinas Kesehatan

Selasa, 7 Januari 2025 - 15:37 WIB

JPK Berakhir! Program Layanan Kesehatan Gratis Tergabung Dalam JKN, Begini Kata Ketua Komisi D DPRD Jember

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB