Jadi Langganan Banjir, Ini Kisah Pilu Warga Jember Beli Perumahan di Bantaran Sungai

Wednesday, 17 December 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi perumahan di bantaran sungai yang terdampak banjir. (Foto: Frensia/Sigit).

Kondisi perumahan di bantaran sungai yang terdampak banjir. (Foto: Frensia/Sigit).

Frensia.Id– Banjir kembali melanda Kabupaten Jember pada Senin (15/12). Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, juga terdampak banjir.

Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Fira, menyatakan bahwa banjir tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari.

Rumah-rumah yang terletak di bantaran sungai (di Perumahan Villa Indah) secara rutin menjadi langganan banjir setiap kali terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Banjir kemarin itu merupakan yang terparah sejak saya menempati rumah disini,” katanya, Rabu (17/12/2025).

Selanjutnya, Fira mengaku saat pertama kali membeli rumah, dia tidak mengetahui kalau kawasan tersebut berada di bantaran sungai. Fakta ini baru dia sadari belakangan ini, setelah melihat dua blok perumahan di sekitar lokasi tidak pernah dibangun.

Baca Juga :  Hujan Deras Akibatkan Jalan di Jember Tergenang Air

“Kami awalnya tidak tahu kalau ini bantaran sungai. Sekarang baru sadar setelah dua blok tidak jadi dibangun. Tanggul sempat dibuat, tapi akhirnya jebol juga,” ujarnya.


Fira juga menyebut, banjir serupa pernah terjadi pada 2021. Saat itu, warga hanya menerima bantuan terbatas dari pengembang.

“Tapi banjir kali ini, warga belum menerima bantuan apa pun dari pihak developer,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan relawan. Untuk di perumahan Villa Tegal Besar, dua tenda didirikan sebagai tempat mengungsi.

Baca Juga :  Bule Rusia Divonis Bersalah dalam Kasus Penganiayaan di Banyuwangi, Imigrasi Tunggu Rekomendasi APH

“Kemarin, tenda itu tetap berdiri sampai air surut dan kami bantu juga warga membersihkan lokasi terdampak banjir,” ungkapnya.

Zughrinada menyebut, potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari 2026. Maka dari itu, dia meminta agar warga menyiapkan tas siaha bencana.

“Kami mengimbau warga untuk menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting, barang berharga, serta makanan tahan lama,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kualifikasi Calon Ketua Umum PBNU Menurut Gus Zainil Ghulam
Bule Rusia Divonis Bersalah dalam Kasus Penganiayaan di Banyuwangi, Imigrasi Tunggu Rekomendasi APH
Muskab VII IPSI Banyuwangi Berlangsung Demokratis, Gus Syifa Terpilih Sebagai Ketua Baru
Rayakan Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Serukan Persatuan dan Politik Kerakyatan
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Bagikan Ribuan Daging Kurban Ke Tukang Becak Hingga UMKM
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Juga Serahkan Hewan Kurban Ke Panti Asuhan Mutiara Insan
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Serahkan Hewan Kurban ke Ponpes dan Masjid
NU Berduka! Ketua PCNU Jember, Sang Inisiator Ansor Wafat

Baca Lainnya

Monday, 8 June 2026 - 21:22 WIB

Kualifikasi Calon Ketua Umum PBNU Menurut Gus Zainil Ghulam

Friday, 5 June 2026 - 12:24 WIB

Bule Rusia Divonis Bersalah dalam Kasus Penganiayaan di Banyuwangi, Imigrasi Tunggu Rekomendasi APH

Monday, 1 June 2026 - 20:25 WIB

Muskab VII IPSI Banyuwangi Berlangsung Demokratis, Gus Syifa Terpilih Sebagai Ketua Baru

Monday, 1 June 2026 - 19:05 WIB

Rayakan Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Serukan Persatuan dan Politik Kerakyatan

Thursday, 28 May 2026 - 21:30 WIB

DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Bagikan Ribuan Daging Kurban Ke Tukang Becak Hingga UMKM

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading