Jagal dan Selep Sapi Penuh di Banyuwangi, Bukti Tradisi Sembelih Hewan Menjelang Lebaran Masih Bertahan

Selasa, 9 April 2024 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa - Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi sedang menyembelih sapi, dan antri untuk menyelep daging.

Foto Istimewa - Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi sedang menyembelih sapi, dan antri untuk menyelep daging.

Frensia.id – Tradisi menyembelih hewan ternak memang banyak dijalani masyarakat Indonesia. Terutama menyembelih sapi.

Beberapa kalangan bahkan di luar Jawa seperti Aceh yang masih kental dengan tradisinya menyembelih hewan menjelang lebaran.

Mereka memiliki istilah tersendiri untuk tradisi tersebut, yakni “Meugang” atau “Makmeugang” yang dilaksanakan selama tiga kali setahun. Saat menjelang Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

Termasuk pula masyarakat Banyuwangi yang hingga kini tetap melestarikan tradisi tersebut. Mereka menyebutnya “Belehan”.

Traidisi ini dilakukan tiap kali menjelang lebaran. Tidak hanya untuk untuk menjamu makan saat malam takbir, namun tradisi ini juga menjaga kerukunan masyarakat.

Baca Juga :  Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Seperti halnya yang terjadi di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, masyarakat sekitar iuran untuk membeli sapi, dengan besaran Rp500 ribu hingga 1,5 juta rupiah.

Tahun lalu, Desa ini berhasil menyembeli 86 ekor sapi dalam sekali perayaan. Diinformasikan pula dana yang terkumpul sekitar 1,2 miliar.

Pagi ini (Selasa, 9 April 2024), masyarakat juga menyerbu desa sebelah untuk menghaluskan dagingnya.

Baca Juga :  Puasa Kuasa

Salah satu jasa selep daging sekaligus jagal sapi di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon ini adalah “Bangjo” dan “Kembar Jaya”. 

“Hampir semua warga sini setiap tahun iuran untuk belehan, meskipun tak dipatok nominal iuran, masyarakat selalu semangat dan andil dalam tradisi ini,” ungkap Afrika salah seorang warga desa Sumberarum.

Tradisi demikian adalah bagian dari kearifan lokal masyarakat yang perlu dilestarikan, terlebih didukung. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba
Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata
Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia
Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh
Cerita Alexander The Great kepada Aristoteles tentang Penjelajahannya di India
Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi
Kakek Prabowo Disebut Akan Diajukan Sebagai Pahlawan Nasional, Berikut Rekam Sejarah Perannya

Baca Lainnya

Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:57 WIB

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Jumat, 28 Februari 2025 - 17:02 WIB

Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:31 WIB

Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata

Minggu, 16 Februari 2025 - 05:07 WIB

Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Minggu, 16 Februari 2025 - 04:42 WIB

Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB