Jawa Timur Memiliki 6 Suku Yang Unik. Nomor Lima Hanya Tinggal di Satu Pulau Kecil

Rabu, 31 Januari 2024 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suramadu Salah Satu Ikon di Jawa Timur (Foto: Kementerian PUPR)

Suramadu Salah Satu Ikon di Jawa Timur (Foto: Kementerian PUPR)

Frensia.id – Jawa Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan bahasa.

Berdasarkan data BPS tahun 2020, jumlah penduduk Jawa Timur mencapai 41,3 juta jiwa, yang terdiri dari berbagai suku bangsa.

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah macam-macam suku yang ada di Jawa Timur serta keunikan budaya dan bahasanya.

Suku Jawa

Suku ini adalah suku terbesar di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur.

Orang-orang di suku ini dikenal dengan keramahan dan filosofi hidup yang mereka pegang teguh, seperti ngemong, nrimo, dan gotong royong.

Memiliki budaya yang kaya, seperti rumah adat Joglo, tarian adat Serimpi, busana adat Jawi Jangkep dan Kebaya, serta bahasa daerah yang memiliki tingkatan hormat .

Suku Madura

Suku kedua, dan juga menjadi suku kedua terbesar di Jawa Timur adalah suku Madura yang berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Sebutan umum untuk suku ini ialah juga Oreng Medhura, yang artinya orang Madura.

Selain itu, suku ini terkenal dengan sifatnya yang keras dan pantang menyerah.

Beberapa budaya unik pada suku ini juga menjadi pada provinsi Jawa Timur, seperti karapan sapi, sate madura, busana adat Dhokoh dan Kebaya Encim, serta bahasa daerah yang memiliki logat khas .

Baca Juga :  Ekspedisi Alexander yang Agung, Berjumpa dengan Manusia-Kuda
Suku Osing

Suku ketiga adalah campuran suku Jawa yang tinggal dan menjadi penduduk asli wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, yakni suku Osing.

Berawal dari kisah kerajaan Blambangan suku ini disebut juga Wong Blambangan, yang artinya orang Blambangan.

Demikian juga, karena secara geografis berdekatan dengan pulau Bali, Suku Osing memiliki budaya yang dipengaruhi oleh budaya Bali.

seperti upacara Mepe Kasur, tarian Gandrung, busana adat Blangkon dan Kebaya Kutu Baru, serta bahasa daerah yang merupakan campuran bahasa Bali .

Suku Tengger

Pada urutan keempat ada suku Jawa campuran yang bertempat tinggal di wilayah Pegunungan Tengger, kawasan Bromo dan Semeru, yaitu Suku Tengger.

Paham yang dianut suku ini adalah ajaran Hindu Jawa atau Budha Tengger, sehingga memiliki budaya yang erat kaitannya dengan alam.

Seperti upacara Yadnya Kasada, tarian Reog Ponorogo, busana adat Blangkon dan Kebaya Kutu Baru, serta bahasa daerah yang mirip dengan bahasa Jawa .

Suku Bawean

Suku kelima adalah kelompok kecil masyarakat Melayu yang berasal dari Pulau Bawean. Sebuah Pulau yang secara administratif termasuk bagian Kabupaten Gresik ini hanya seluas 192 km3

Baca Juga :  Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila

Kata Bawean berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya ada sinar matahari.

Uniknya, suku ini memiliki budaya yang mirip dengan budaya Melayu, seperti rumah adat Panggung, tarian Zapin Bawean, busana adat Baju Kurung dan Kebaya Encim, serta bahasa daerah yang merupakan campuran bahasa Melayu .

Suku Samin

Suku keenam merupakan suku Jawa yang mendiami wilayah Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur.

Lahirnya suku ini merupakan keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan Sedulur Sikep atau Saminisme.

Ajaran ini membuat orang suku Samin dianggap kurang pintar dan sinting oleh masyarakat sekitar.

Penduduk suku ini memiliki budaya yang sederhana dan anti-kekerasan, seperti rumah adat Gubug Lanang Wadon, tarian Tayuban Samin, busana adat Kain Jarik dan Kebaya Kutu Baru, serta bahasa daerah yang merupakan dialek bahasa Jawa .

Itulah macam-macam suku yang ada di Jawa Timur serta keunikan budaya dan bahasanya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang keberagaman Indonesia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo
Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila
The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri
Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba
Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia
AMRM Tuntut Perbaikan Layanan Mudik di Pelabuhan Jangkar
Jobin, Novel Terbaru Pidi Baiq di Awal Tahun 2025
Ekspedisi Alexander yang Agung, Berjumpa dengan Manusia-Kuda

Baca Lainnya

Rabu, 2 April 2025 - 16:15 WIB

Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo

Selasa, 1 April 2025 - 23:23 WIB

Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila

Senin, 31 Maret 2025 - 19:20 WIB

The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri

Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:57 WIB

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Senin, 17 Maret 2025 - 22:14 WIB

Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB