Jejak Pilkada Jember: Pernah Ada Calon Menang Karena Tak Didukung Petahana

Thursday, 9 May 2024 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Jejak Pilkada Jember (Sumber Back: Freepik)

Gambar Jejak Pilkada Jember (Sumber Back: Freepik)

Frensia.id- Pilkada Jember telah dekat. Setiap calon telah siapkan kuda-kuda untuk menang. Jika dilihat dari jejak historis, ternyata ada fakta unik. Pernah ada calon bupati dan wakil bupati menang karena tak didukung petahana.

Para calon bupati-calon wakil bupati (Cabup-Cawabup) umumnya, terasa beruntung jika berasal atau didukung oleh petahana. Namun tidak di Jember. Di Pilkada Jember, ada beberapa fakta bahwa mereka yang menang karena tidak didukung petahana.

Padahal pada umumnya, siapa pun yang dibela petahana selalu lemah menggaet suara masyarakat terbanyak.

Hal demikian sebagaimana diungkapkan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan polifik. Namanya, Wahidah Istania Sari. 

Penelitiannya berjudul, “Kontestasi politik: strategi pemenangan paslon faida-muqit dalam pilkada jember 2015“. Terbit dalam Jurnal Politik Muda pada tahun 2017.

Baca Juga :  DPRD Banyuwangi desak ASDP cari solusi Macet Berkepanjangan di Pelabuhan

Ia meneliri Cabub-cawabub yang terpilih pada Pilkada tahun 2015, Faidah-Muqit. Ia menelusuri kompleksitas langkah-langkah tim Faidah-Muqit dalam meraih kemenangan.

Jadi, risetnya menggali lebih dalam tentang pentingnya menganalisis kondisi politik yang ada, membuat keputusan strategis yang tepat, dan melaksanakan langkah-langkah yang efektif.

Hasil analisis menyoroti strategi yang digunakan oleh pasangan Faida-Muqit dalam mencapai kemenangan, serta faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan mereka. Mulai dari mengkonsolidasikan dukungan partai politik hingga membangun jaringan relawan yang kuat, serta merancang kampanye yang persuasif.

Menurut Wahidah, sebenarnya citra figur kandidat, yang dipengaruhi oleh latar belakang unik seorang dokter yang berkolaborasi dengan seorang kyai, telah menjadi salah satu aspek penting dalam strategi pemenangan Faidah-Muqit.

Namun, jika dilihat lebih dalam, kesuksesan strategi ini juga sangat bergantung pada kekompakan dan keefektifan tim pemenangan, serta kemampuan mereka dalam membentuk relawan yang berdedikasi. Sementara itu, partai politik berfungsi sebagai mesin politik yang memainkan peran krusial dalam memobilisasi dukungan hingga ke tingkat masyarakat bawah.

Jadi, kunci dari kemenangannya ternyata terletak pada kekuatan figur kandidat dan dukungan solid dari mesin politik.

Baca Juga :  Dua Pemuda di Banyuwangi Ditangkap Usai Diduga Curi 79 Kg Jeruk dari Kebun Warga

Faktor kontekstual lain, juga ada pengaruh dari hal lain seperri identifikasi kelemahan lawan, terutama pesaing dengan latar belakang birokrat atau petahana.

Mereka yang didukung oleh mantan bupati sebelumnya, ternyata terlihat sebagai bagian penting dari strategi politik yang dapat melemagkan.

Secara tegas, Wahidah menjelaskan bahwa informasi tentang kelemahan lawan menjadi kunci untuk menggerakkan pemilih dan memperkuat posisi pasangan calon yang bersaing.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

PKBM Merdeka Gelar Raker dan Peningkatan Kompetensi Kapasitas Tutor Fokus Penyusunan Perangkat Ajar
Beraksi di 8 TKP, Sindikat Curanmor Banyuwangi Digulung Tim URC Macan Blambangan
Cek Fakta : Video Zulhas Disebut Sarankan Tanam Sawit Jika Padi Tak Untung Ternyata Hoaks!
Antisipasi Karhutla di Licin, Masyarakat Diingatkan Tak Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok
Laporan Begal Palsu! Seorang Karyawan Diringkus Tim URC Macan Blambangan, Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Buat Main Kripto
Sterilisasi Pelabuhan Ketapang, GAPASDAP : Harus Menjadi Tonggak Lahirnya Budaya Keselamatan
Tim Gabungan Polda Babel berhasil mengamankan 53 Ton Pasir Timah Ilegal
Resmi Tersangka! Pemeran Pria Kasus Vidio Mesum Viral di Banyuwangi

Baca Lainnya

Saturday, 8 August 2026 - 23:34 WIB

PKBM Merdeka Gelar Raker dan Peningkatan Kompetensi Kapasitas Tutor Fokus Penyusunan Perangkat Ajar

Saturday, 8 August 2026 - 23:27 WIB

Beraksi di 8 TKP, Sindikat Curanmor Banyuwangi Digulung Tim URC Macan Blambangan

Friday, 7 August 2026 - 22:27 WIB

Antisipasi Karhutla di Licin, Masyarakat Diingatkan Tak Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok

Thursday, 6 August 2026 - 00:32 WIB

Laporan Begal Palsu! Seorang Karyawan Diringkus Tim URC Macan Blambangan, Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Buat Main Kripto

Thursday, 6 August 2026 - 00:28 WIB

Sterilisasi Pelabuhan Ketapang, GAPASDAP : Harus Menjadi Tonggak Lahirnya Budaya Keselamatan

TERBARU

Suasana saat mediasi oleh pihak Polsek, Koramil, pihak desa, dan Dinas Pendidikan serta warga desa (Foto: Istimewa).

Criminalia

Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:35 WIB

Arik Lisarja, Head Division of Morula IVF Surabaya (dari kiri), Prof. Arief Boediono, Direktur Scientific Morula IVF Indonesia, Prof. Budi Santoso, Konsultan Fertilitas Morula IVF Indonesia, dr. Anita Fadhilah, Direktur IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik (kanan) (Foto: Fadli/Frensia).

Healthia

Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember

Saturday, 8 Aug 2026 - 17:30 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading