Frensia.Id- Xavi Hernandez memang pernah mengumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri pada bulan Januari kemarin. Usai Barcelona kalah dari Villarreal, Xavi merasa butuh istirahat setelah melalui musim 2023/2024 yang mengecewakan.
Barcelona yang menjuarai LaLiga dan Piala Super Spanyol musim lalu kini dalam performa buruk. Setelah gagal di Copa del Rey, Barcelona juga gagal di Piala Super Spanyol.
Di liga pun, Barcelona kini tertinggal delapan poin dari Real Madrid di puncak klasemen. Peluang meraih trofi berkurang karena Barcelona baru saja tersingkir dari Liga Champions.
Xavi Hernandez rupanya bisa pergi lebih cepat dari Barcelona. Hal itu bisa terjadi andaikan La Blaugrana kalah di El Clasico akhir pekan ini.
Kondisi klub yang buruk musim ini rupanya membuat posisi Xavi dalam bahaya. Dilansir oleh Frensia.Id dari Diario AS, Presiden Barcelona Joan Laporta memberikan ultimatum bahwa laga kontra Madrid di Santiago Bernabeu, Minggu (21/4) adalah hari penghakiman Xavi.
Jika Barcelona kalah, yang mana membuat selisih poin melebar jadi 11, maka Xavi akan dipecat. Manajemen Barcelona akan segara mendepaknya dan menggantikannya dengan pelatih Barcelona B, Rafael Marquez.
Pergantian itu harus dilakukan untuk sementara karena Barcelona belum bisa mengganti Xavi dengan pelatih berkualitas hingga akhir musim nanti. Opsi yang tepat adalah menaikkan pangkat Rafael Marquez yang saat ini menjadi pelatih junior Barcelona ke pelatih senior.
Presiden Barcelona, Joan Laporta sebenarnya ingin mempertahankan Xavi hingga akhir musim nanti. Namun prestasi Barcelona yang tidak kunjung membaik membuatnya terpaksa harus merubah komposisi pelatih agar lebih fresh.
‘Untuk pelatih baru, kami akan berdiskusi secara intensif pada akhir musim nanti. Xavi sudah melakukan tugasnya dengan baik. Dia mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih berkualitas. Saya sangat mengerti dan terbuka untuk semua itu,” ucap Joan Laporta kepada Mundo Deportivo dilansir oleh Frensia.Id beberapa waktu yang lalu.