Frensia.Id– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mulai melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjamin kelancaran masa angkutan Lebaran tahun 2026.
Salah satu fokus utama yang dilakukan saat ini adalah dengan mengoptimalkan perawatan sarana, baik pada armada lokomotif maupun kereta penumpang.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengintensifkan perawatan harian atau daily check terhadap lokomotif tipe CC 201.
Lingkup perawatan rutin ini mencakup pengecekan sistem kelistrikan, bagian tangkap bawah, serta pemeriksaan menyeluruh pada komponen vital seperti filter oli dan filter BBM untuk memastikan performa mesin tetap prima.
“Saat ini sedang dilakukan perawatan harian daily check untuk lokomotif CC 201 di mana lingkup perawatan ini meliputi pengecekan kelistrikan, tangkap bawah, pengecekan filter oli maupun juga pengecekan filter BBM,” katanya, Rabu (4/3/2026).
Selain melakukan perawatan internal secara berkala, KAI Daop 9 Jember juga telah melaksanakan inspeksi keselamatan atau ram check bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Surabaya.
Cahyo menegaskan bahwa hasil dari inspeksi gabungan tersebut menyatakan seluruh sarana yang terdiri dari 11 unit lokomotif dan 109 unit kereta berada dalam kondisi layak operasi.
“Seluruh lokomotif dan sarana yang terdiri dari 11 lokomotif dan 109 kereta dinyatakan layak operasi,” ujarnya.
Guna menjaga keandalan armada selama periode mudik dan balik, KAI juga mengintensifkan jadwal perawatan mulai dari skala harian, bulanan, hingga tahunan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan maksimal bagi para pelanggan kereta api di wilayah Daop 9.
“Selanjutnya kami juga mengintensifkan perawatan harian, perawatan bulanan dan juga perawatan tahunan,” paparnya.
Sebagai upaya mitigasi risiko, pihak KAI juga telah menyiapkan sarana cadangan di lokasi-lokasi strategis. Satu unit lokomotif cadangan disiagakan di Stasiun Jember, sementara dua unit kereta cadangan ditempatkan di Stasiun Jember dan Stasiun Ketapang.
“Penyiagaan sarana cadangan ini dimaksudkan untuk meminimalisir adanya kelambatan waktu jika terjadi gangguan di lintas maupun di petak jalan,” tandasnya.







