Frensia.id – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang memiliki keistimewaan, sebab dalam bulan ramadhan pahala ibadah seorang muslim akan dilipatgandakan. Sehingga seorang muslim dianjurkan memperbanyak amal kebaikan selama bulan Ramadhan.
Bulan ramadhan merupakan pendidikan yang bisa membentuk seorang muslim menjadi pribadi yang lebih baik. Pembelajaran baik secara fisik, mental, sosial, dan spiritual terjadi di saat bulan Ramadhan, sehingga tak heran bulan ramadhan disebut sebagai Madrasah oleh beberapa ulama.
Seorang muslim tituntut untuk memberbaiki kualitas ibadahnya di bulan yang penuh berkah ini. Karena kualitas ibadah akan berpengaruh pada diterimanya abam ibadah selama bulan Ramadhan.
Dalam penelitian yang ditulis oleh Wardatul Ilmiah, Nanah Sujanah, dan Ma’zumi dalam Jurnal Pendidikan Karakter pada tahun 2021 menjelaskan bahwa Kualitas ibadah Ramadhan akan berpengaruh pada pola hidup keseharian.
Selain itu, dalam penelitian berjudul “Pendidikan Karakter dalam Puasa Ramadhan” dijelaskan beberapa faktor yang menjadi indkator diterimanya amal seorang muslim selama Ramadhan. Adapun beberapa tanda diterimanya amal selama bulan ramadhan bisa dilihat dari tiga indikator berikut.
Konsisten Dalam Melakukan Ibadah Pasca Ramadhan
Indikator pertama yang menjadi tanda diterimanya amal selama ramadhan adalah keistiqamahan dan kekonsistennya melakukan amal baik pasca Ramadhan. Pada dasarnya bulan Ramadhan adalah pola hidup.
Apabila pasca Ramadhan seseorang tetap melakukan amal baiknya seperti, menjaga tilawah, menjaga shalat malamnya, tetap bersedekah dan amal baik lainnya. Maka keistiqamahan ini menjadi salah satu indikator diterimanya amal selama ramadhan.
Tawadu dalam Beribadah
Indikator kedua seorang diterimanya amal selama Ramadhan adalah merasa takut dan khawatir amal ibadahnya tidak diterima di sisi Allah SWT. Sehingga seorang tersebut akan terus memperbaiki amal ibadahnya dan tidak merasa sombong akan ibadahnya.
Ketikaseseorang khawatir akan amalnya maka akan muncul sifat tawadu dan tidak berbangga pada amalnya. Selain itu seseorang tidak akan sibuk dengan amal ibadah orang lain, melainkan akan menyibukkan diri pada amalnya sendiri.
Selalu Terikat pada Ramadhan
Indikator terakhir yang menjadi tanda diterimanya amal selama ramadahn adalah dijadikannya hati seorang selalu terikat pada bulan Ramadhan. Apabila hati seseorang terikat pada bulan Ramadhan, maka ia akan selalu berdoa agar disampaikan pada bulan Ramadhan berikutnya.
Para sahabat dan para orang shaleh membagi bulan pada dua fase, fase 6 bulan sebelum Ramadhan dan fase 6 bulan pasca Ramadhan. Pada pafe pasca Ramadhan para sahabat akan berdoa agar amal ibadahnya selama ramadhan diterima di sisi Allah. dan pada fase sebelum Ramadhan para sahabat akan berdoa agar dipertemukan dan disampaikan pada Ramadhan berikutnya.